Bandung, HarianJabar.com – Laga Persib Bandung kontra Lion City Sailors di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Rabu (17/9/2025), tidak hanya menyajikan duel sengit di atas lapangan, tetapi juga atmosfer penuh kewaspadaan di luar stadion. Ribuan Bobotoh yang hadir mendapat pemeriksaan ketat dari aparat keamanan sebelum memasuki area tribun.

Pantauan di lokasi, sejak sore hari barisan suporter mulai memadati pintu masuk stadion. Aparat kepolisian bersama petugas keamanan stadion melakukan pemeriksaan berlapis terhadap setiap penonton, mulai dari tiket, barang bawaan, hingga identitas diri. Beberapa barang terlarang seperti kembang api, flare, minuman keras, hingga benda tajam langsung disita.
“Kami tidak ingin ada insiden yang bisa mengganggu jalannya pertandingan. Maka pemeriksaan dilakukan lebih detail, agar semua penonton bisa merasa aman dan nyaman,” ujar Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Rachmat Nugraha.
Meski harus antre cukup panjang, mayoritas suporter mengaku memahami aturan tersebut. Mereka bahkan menilai pemeriksaan ketat merupakan langkah tepat demi menjaga nama baik Bobotoh di ajang internasional.
“Sebagai suporter, kita ingin mendukung Persib dengan cara yang positif. Jadi wajar kalau ada pemeriksaan, biar stadion tetap aman,” ungkap Asep (29), salah seorang Bobotoh asal Cimahi.
Di sisi lain, panitia pelaksana juga menyiapkan sejumlah fasilitas tambahan, termasuk posko kesehatan dan layanan informasi, guna mengantisipasi kerumunan besar. Petugas keamanan internal klub pun ikut dilibatkan untuk membantu menertibkan suporter yang masuk ke tribun.
Pemeriksaan ketat ini merupakan bentuk evaluasi dari beberapa laga sebelumnya, di mana masih ditemukan penonton yang membawa flare dan kembang api ke dalam stadion. Pihak Persib menegaskan, kenyamanan dan keselamatan suporter menjadi prioritas utama.
“Kami ingin Persib dikenal bukan hanya karena prestasinya, tapi juga karena suporternya yang tertib dan sportif,” kata Teddy Tjahjono, Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB).
Dengan atmosfer laga internasional melawan klub asal Singapura tersebut, suasana stadion menjadi sorotan publik, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di kawasan Asia Tenggara. Pemeriksaan ketat diharapkan dapat menjadi standar baru penyelenggaraan pertandingan berskala besar di Bandung.
