Garut, HarianJabar.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut mengungkap dugaan penyebab keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang menimpa 299 pelajar dari beberapa sekolah pada Kamis (2/10/2025). Puluhan siswa mengalami muntah, sesak nafas, dan gejala pusing setelah menyantap menu MBG di kantin sekolah.
Sebagian besar murid segera mendapatkan pertolongan medis di puskesmas dan rumah sakit terdekat, dan saat ini kondisi mereka dinyatakan stabil.
Dugaan Penyebab Keracunan
Pemkab Garut menduga masalah dalam pengolahan bahan MBG menjadi pemicu utama keracunan. Faktor yang dicurigai meliputi:
- Bahan baku tidak segar atau sudah kadaluwarsa
- Kebersihan alat masak dan tray penyajian yang kurang optimal
- Proses distribusi yang memakan waktu sehingga menurunkan kualitas makanan
“Kami masih melakukan investigasi menyeluruh untuk memastikan penyebab pasti, dan akan mengambil langkah preventif agar tidak terulang,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Garut, Dr. Arif Hidayat.

Tindakan Pemkab Garut
Pemkab Garut telah memerintahkan penyelenggara MBG sementara dihentikan di sekolah-sekolah terdampak. Selain itu, petugas kesehatan akan memantau kondisi kesehatan seluruh murid hingga benar-benar pulih.
Sekolah dan pihak terkait juga diminta untuk meningkatkan standar kebersihan, pengolahan, dan penyimpanan makanan agar program MBG tetap aman dan bermanfaat.
Imbauan bagi Orang Tua dan Sekolah
Orang tua diminta untuk mengawasi anak-anak setelah menyantap MBG dan segera membawa ke fasilitas kesehatan jika timbul gejala. Sementara itu, sekolah diimbau untuk memastikan kualitas dan kebersihan makanan sebelum disajikan kepada murid.
“Keselamatan dan kesehatan siswa adalah prioritas utama, dan kami bekerja sama dengan semua pihak untuk memastikan hal itu,” tegas Pemkab Garut.
