Pangandaran, HarianJabar.com — Jembatan Gantung Nengklok di Pangandaran dipasangi police line oleh pihak kepolisian, menyusul insiden tragis yang menimpa 8 siswa SMP yang jatuh ke sungai, Minggu (5/10/2025) sore.
Insiden ini terjadi saat rombongan siswa melakukan kegiatan ekskul luar kelas di sekitar jembatan. Saksi mata menyebut jembatan dalam kondisi terasa bergoyang dan sempit, sehingga sejumlah siswa kehilangan keseimbangan dan tercebur ke sungai.
Kondisi Korban
Menurut Kapolsek Pangandaran, AKP Rudi Santoso, seluruh korban berhasil dievakuasi dengan bantuan tim SAR lokal dan warga sekitar. Delapan siswa mengalami luka ringan hingga sedang, dan saat ini dirawat di RSUD Pangandaran.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Namun, kami menutup jembatan sementara untuk penyelidikan dan memastikan keselamatan publik,” ujar AKP Rudi.
Pemasangan Police Line
Pemasangan police line bertujuan agar masyarakat tidak menggunakan jembatan sementara waktu. Pihak kepolisian bersama Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum Pangandaran akan melakukan inspeksi struktur jembatan untuk menilai kelayakannya sebelum dibuka kembali.

Tanggapan Sekolah
Kepala sekolah korban, SMPN 3 Pangandaran, menyatakan turut prihatin atas insiden ini dan berjanji akan meningkatkan pengawasan saat kegiatan luar kelas.
“Kami berterima kasih kepada tim SAR dan warga yang cepat menolong. Ke depan, kegiatan di lokasi berisiko tinggi akan diawasi lebih ketat,” jelas kepala sekolah.
Imbauan Keselamatan
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan jembatan gantung yang masih dipasangi police line. Selain itu, pemerintah daerah juga akan melakukan perbaikan struktural dan penambahan rambu peringatan untuk mencegah insiden serupa.
Langkah Selanjutnya
Tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum Pangandaran akan melakukan penilaian keamanan dan perbaikan jembatan. Warga dan pengunjung wisata diminta bersabar hingga jembatan dinyatakan aman.
