Bekasi, HarianJabar.com – Harga cabai di pasar-pasar tradisional Kota Bekasi kembali meroket tajam pada awal Oktober 2025. Kini, harga cabai merah mencapai angka Rp70.000 per kilogram, meningkat signifikan dibandingkan harga beberapa minggu sebelumnya yang berkisar sekitar Rp50.000 per kilogram.
Kenaikan harga ini membuat banyak warga mengeluh, terutama para ibu rumah tangga dan pedagang kecil yang merasa terbebani dengan lonjakan biaya kebutuhan pokok tersebut.
Ibu Sari (45), pedagang cabai di Pasar Proyek Bekasi, mengungkapkan bahwa sejak dua minggu terakhir harga cabai terus naik tanpa ada tanda-tanda akan turun.
“Dari awal bulan sampai sekarang, harga cabai naik drastis. Kami juga kesulitan mendapatkan stok yang cukup, jadi terpaksa menjual dengan harga tinggi agar bisa menutup biaya operasional,” katanya, Rabu (8/10).
Selain itu, pasokan cabai yang terbatas juga menjadi faktor utama yang memengaruhi kenaikan harga. Cuaca buruk di sejumlah daerah sentra produksi cabai di Jawa Barat, seperti Majalengka dan Garut, membuat hasil panen menurun drastis.
Kondisi ini juga diperparah oleh tingginya permintaan cabai selama musim hujan, yang biasanya membuat masyarakat lebih sering memasak makanan berkuah dan pedas sebagai penghangat tubuh.
Budi Santoso, warga Bekasi yang sehari-hari berbelanja di Pasar Proyek, mengaku harus mengatur ulang pengeluaran rumah tangganya karena harga cabai yang melonjak.

“Kami harus mengurangi konsumsi cabai. Kalau terus naik seperti ini, bisa-bisa pengeluaran bulanan jadi membengkak,” ujarnya.
Keluhan serupa juga datang dari pedagang makanan kecil dan warung makan yang harus menaikkan harga jual agar bisa menutup biaya bahan baku.
Menanggapi hal ini, Dinas Perdagangan Kota Bekasi menyatakan akan terus memantau perkembangan harga dan pasokan cabai di pasar-pasar tradisional.
“Kami sudah berkoordinasi dengan distributor dan petani di daerah sentra cabai untuk memastikan pasokan tetap lancar. Jika diperlukan, kami juga akan melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga,” kata Kepala Dinas Perdagangan Bekasi, Agus Setiawan.
Meski begitu, Agus mengimbau masyarakat agar tetap bijak dalam mengelola pengeluaran dan tidak panik membeli kebutuhan pokok secara berlebihan.
Dampak Kenaikan Harga Cabai bagi Masyarakat
Kenaikan harga cabai berdampak pada berbagai aspek kehidupan masyarakat Bekasi, terutama bagi keluarga berpenghasilan rendah dan pelaku usaha kecil menengah (UKM).
Para pedagang kecil harus menyesuaikan harga jual, sementara konsumen harus memilih alternatif bahan masakan yang lebih murah agar anggaran rumah tangga tetap terjaga.
Beberapa ahli ekonomi lokal menyarankan pemerintah daerah untuk memperkuat sistem distribusi pangan dan mendorong diversifikasi sumber pangan lokal agar ketergantungan terhadap komoditas seperti cabai dapat dikurangi.
