Cianjur, Harianjabar.com – Meski sempat menuai polemik dan dikaitkan dengan sejumlah kasus keracunan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah tetap membawa manfaat bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Program yang bertujuan untuk meningkatkan gizi anak-anak sekolah ini telah menjangkau berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil. Di Cianjur, sejumlah sekolah dasar melaporkan adanya peningkatan kehadiran siswa sejak program MBG dijalankan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Heri Suhendar, menyebutkan bahwa antusiasme siswa terhadap program tersebut cukup tinggi. “Meski sempat ada isu dan kasus di beberapa daerah, di Cianjur kami tetap memastikan keamanan dan kualitas makanan. Kami melakukan pengawasan ketat terhadap bahan dan penyedia makanan,” ujarnya, Rabu (15/10).

Menurut Heri, pemerintah daerah bekerja sama dengan penyedia katering lokal yang telah lolos uji kelayakan dari Dinas Kesehatan. Setiap menu disesuaikan dengan kebutuhan gizi anak, mencakup sumber karbohidrat, protein, dan sayuran.
Salah satu guru di SD Negeri Bojongherang, Siti Nurjanah, mengaku program MBG membawa dampak positif bagi murid-muridnya. “Anak-anak jadi lebih semangat datang ke sekolah, apalagi mereka tahu akan dapat makanan bergizi setiap hari,” tuturnya.
Pemerintah pusat sendiri menegaskan bahwa evaluasi program MBG akan terus dilakukan untuk memastikan manfaatnya tetap berjalan tanpa menimbulkan risiko kesehatan bagi peserta.
