BEKASI — Longsor gunungan sampah terjadi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu (8/3/2026). Insiden tersebut menyebabkan tujuh orang meninggal dunia setelah tertimbun material sampah yang runtuh.
Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan Bantargebang dan membuat struktur tumpukan sampah menjadi tidak stabil. Longsoran material sampah dilaporkan menimbun sejumlah kendaraan serta area aktivitas para pemulung dan pekerja yang berada di sekitar lokasi pembuangan.
Dilansir dari laporan Reuters, longsor terjadi ketika sebagian area tumpukan sampah runtuh dan menimbun beberapa orang yang sedang beraktivitas di sekitar tempat pembuangan tersebut. Korban yang tertimbun sebagian besar merupakan pemulung, pekerja, serta warga yang berada di area sekitar lokasi kejadian.
Tim gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, serta relawan langsung melakukan proses pencarian dan evakuasi setelah menerima laporan kejadian. Ratusan personel diterjunkan ke lokasi untuk mencari korban yang diduga masih tertimbun material sampah.
Proses pencarian dilakukan dengan bantuan alat berat untuk mengangkat tumpukan sampah yang menimbun korban. Selain menggunakan alat berat, sejumlah petugas juga melakukan pencarian secara manual guna memastikan tidak ada korban yang terlewat di area longsoran.
Menurut laporan Associated Press, proses evakuasi berlangsung selama beberapa hari sebelum akhirnya seluruh korban yang sebelumnya dilaporkan hilang berhasil ditemukan oleh tim penyelamat.
Selain menimbulkan korban jiwa, insiden longsor tersebut juga menyebabkan sejumlah kendaraan dan bangunan kecil di sekitar lokasi mengalami kerusakan akibat tertimbun material sampah yang runtuh.
TPST Bantargebang sendiri merupakan salah satu tempat pengolahan sampah terbesar di Indonesia yang menampung sebagian besar sampah dari wilayah DKI Jakarta. Setiap hari, lokasi tersebut menerima ribuan ton sampah yang diangkut dari berbagai wilayah di ibu kota.
Peristiwa longsor ini kembali menyoroti persoalan pengelolaan sampah di kawasan Bantargebang. Sejumlah pihak menilai kapasitas tempat pembuangan tersebut sudah mendekati batas maksimal sehingga meningkatkan risiko longsor, terutama saat curah hujan tinggi.
Pemerintah daerah dan pihak terkait menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap sistem pengelolaan sampah serta aspek keselamatan di kawasan TPST Bantargebang guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
