BEKASI —Harianjabar.com Lonjakan penumpang transportasi mulai terlihat di berbagai moda perjalanan menjelang arus mudik Lebaran 2026. Pemerintah memperkirakan mobilitas masyarakat selama periode libur Idul Fitri tahun ini akan mencapai lebih dari 143 juta perjalanan di seluruh Indonesia.
Jumlah tersebut diperkirakan setara dengan sekitar 50 persen populasi Indonesia yang melakukan perjalanan selama periode Lebaran. Pemerintah pun menyiapkan berbagai langkah untuk memastikan arus mudik berjalan lancar, termasuk pengoperasian posko angkutan Lebaran dan penguatan koordinasi antar instansi.
Kementerian Perhubungan menyebutkan mobil pribadi masih menjadi moda transportasi yang paling banyak digunakan masyarakat untuk mudik, dengan perkiraan lebih dari 76 juta orang memilih perjalanan menggunakan kendaraan pribadi. Moda transportasi lain seperti sepeda motor, bus, kereta api, dan pesawat juga diprediksi mengalami peningkatan pergerakan penumpang.
Selain transportasi darat, peningkatan jumlah penumpang juga terlihat pada moda kereta api. PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memperkirakan jumlah penumpang kereta cepat Whoosh selama periode mudik Lebaran 2026 mencapai sekitar 301 ribu orang, meningkat sekitar 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 hingga 20 Maret 2026, ketika sebagian besar masyarakat mulai meninggalkan kota-kota besar menuju kampung halaman masing-masing. Pemerintah juga telah menyiapkan berbagai strategi untuk mengurai potensi kepadatan lalu lintas selama periode tersebut.
Beberapa simpul transportasi diperkirakan akan menjadi titik tersibuk selama musim mudik tahun ini, di antaranya Bandara Soekarno-Hatta, jalur penyeberangan Merak–Bakauheni, serta sejumlah stasiun kereta api utama di Pulau Jawa.
Untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat, pemerintah telah menyiapkan berbagai sarana transportasi, termasuk ribuan armada bus, ratusan kapal laut, pesawat udara, serta ribuan rangkaian kereta api. Program mudik gratis juga kembali diselenggarakan guna membantu masyarakat melakukan perjalanan dengan aman dan terjangkau.
Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Idul Fitri, pemerintah mengimbau para pemudik untuk merencanakan perjalanan lebih awal serta memanfaatkan layanan transportasi resmi guna menghindari kepadatan yang berlebihan selama periode arus mudik.
