Bekasi, Harianjabar.com — Di tengah suasana hangat Hari Raya Idul Fitri, seorang lansia justru harus menghadapi kenyataan pahit. Ratna (73) ditemukan terlantar di pinggir Jalan Raya Duta Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Selasa (24/3/2026), setelah mengaku ditinggalkan oleh anak kandungnya sendiri usai melaksanakan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah.
Ratna pertama kali ditemukan oleh warga yang melintas dalam kondisi lemah dan tampak membutuhkan pertolongan segera. Warga kemudian berinisiatif menghubungi petugas, hingga akhirnya tim dari puskesmas, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), serta unsur terkait lainnya datang ke lokasi.
Kepada petugas, Ratna menceritakan kronologi kejadian yang dialaminya. Ia mengaku awalnya diajak oleh anak bungsunya berkeliling menggunakan mobil sewaan dengan alasan jalan-jalan setelah shalat Id.
“Saya diajak jalan-jalan, lalu berhenti di sini katanya mau istirahat. Tapi setelah itu saya ditinggalkan begitu saja,” ujarnya dengan suara lirih.
Tak hanya itu, Ratna juga mengungkapkan bahwa sebelum kejadian tersebut, dirinya sempat menerima perlakuan kasar dari menantunya. Namun, ia tidak merinci bentuk perlakuan yang dimaksud.
Kondisi Ratna yang memprihatinkan langsung mengundang perhatian warga sekitar. Sejumlah warga turut membantu memberikan pertolongan awal sembari menunggu kedatangan petugas.
Selanjutnya, Ratna dievakuasi menggunakan ambulans milik Palang Merah Indonesia (PMI) untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Ia direncanakan dirujuk ke RSUD Chasbulloh Abdul Madjid Kota Bekasi.
Proses evakuasi melibatkan berbagai unsur, mulai dari Bhabinkamtibmas, PSM, hingga Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) setempat yang turut memastikan penanganan berjalan lancar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak keluarga terkait dugaan penelantaran tersebut. Aparat dan pihak terkait masih melakukan penelusuran serta pendalaman informasi guna memastikan fakta yang sebenarnya.
Kasus ini kembali menjadi sorotan publik dan menegaskan pentingnya perlindungan terhadap kelompok lanjut usia. Dalam lingkup keluarga, peran anak dan kerabat menjadi kunci utama dalam memastikan kesejahteraan serta keselamatan lansia, terlebih di momen hari besar keagamaan yang seharusnya menjadi ajang mempererat kasih sayang dan kebersamaan.
