Bogor, 7 Juli 2025 – Ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Rina Setyawati, mengungkapkan bahwa konsumsi makanan pedas ternyata memiliki manfaat positif dalam membantu melawan kanker. Hal ini menjadi kabar baik bagi para pecinta makanan pedas yang selama ini menganggap rasa pedas hanya menimbulkan sensasi panas dan iritasi.
Kandungan Capsaicin dan Efeknya
Menurut Dr. Rina, senyawa aktif dalam cabai, yakni capsaicin, terbukti memiliki efek antikanker. Capsaicin mampu menghambat pertumbuhan sel kanker dan bahkan memicu kematian sel kanker secara selektif tanpa merusak sel sehat di sekitarnya.
“Capsaicin bekerja dengan cara memicu apoptosis, yaitu proses kematian sel terprogram, yang sangat efektif untuk mencegah perkembangan tumor,” jelas Dr. Rina saat seminar kesehatan di kampus IPB.
Studi dan Penelitian Pendukung
Berbagai penelitian laboratorium menunjukkan bahwa capsaicin dapat memperlambat penyebaran kanker pada jenis kanker tertentu, seperti kanker payudara, prostat, dan usus besar. Meski penelitian ini masih dalam tahap awal, hasilnya sangat menjanjikan untuk dikembangkan sebagai terapi tambahan.
Dr. Rina menekankan bahwa konsumsi makanan pedas sebagai bagian dari pola makan sehat dapat menjadi salah satu langkah preventif melawan kanker, selain gaya hidup sehat lainnya seperti olahraga dan tidak merokok.
Namun, Tetap Perhatikan Takaran
Meski bermanfaat, konsumsi makanan pedas tetap harus dibatasi sesuai toleransi tubuh agar tidak menimbulkan masalah pencernaan seperti maag atau iritasi lambung.
“Makan pedas dengan bijak, jangan berlebihan. Sesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing,” saran Dr. Rina.
Imbauan bagi Masyarakat
Dr. Rina berharap masyarakat Indonesia yang mayoritas menyukai makanan pedas dapat memanfaatkan kelebihan ini sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Pemerintah dan tenaga kesehatan juga diharapkan memberikan edukasi terkait manfaat dan cara konsumsi yang tepat.
