Bandung, 7 Juli 2025 – Setiap tanggal 7 Juli, Indonesia memperingati Hari Pustakawan Nasional, sebuah momentum untuk menghargai peran penting pustakawan dalam membangun budaya literasi, pendidikan, dan akses informasi bagi masyarakat luas. Meski sering luput dari sorotan, pustakawan memegang peran vital dalam menjaga peradaban pengetahuan di tengah derasnya arus digital.
Asal Usul Hari Pustakawan Nasional
Hari Pustakawan Nasional pertama kali ditetapkan oleh Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI), organisasi profesi pustakawan tertua di Indonesia. Tanggal 7 Juli dipilih karena merupakan hari berdirinya IPI pada tahun 1973, dalam Konferensi Pustakawan di Ciawi, Jawa Barat.
Penetapan ini bertujuan untuk memberikan pengakuan terhadap profesi pustakawan sebagai bagian tak terpisahkan dari kemajuan pendidikan dan pembangunan bangsa. Sejak itu, berbagai kegiatan seminar, pelatihan, hingga penghargaan pustakawan terbaik rutin digelar setiap tahunnya.
Peran Strategis Pustakawan di Era Digital
Di masa lalu, pustakawan dikenal sebagai penjaga koleksi buku. Namun kini, peran mereka telah berkembang luas. Seorang pustakawan modern tidak hanya mengelola koleksi fisik, tetapi juga:
- Mengelola informasi digital
- Memberikan literasi informasi kepada masyarakat
- Mendampingi siswa, mahasiswa, dan peneliti dalam pencarian sumber terpercaya
- Mengarsipkan pengetahuan lokal dan budaya daerah
- Mengembangkan perpustakaan digital dan inklusif
Di Jawa Barat, berbagai perpustakaan kota dan kabupaten mulai menerapkan layanan digital berbasis teknologi, yang turut mendorong pustakawan untuk bertransformasi menjadi fasilitator literasi digital.
Tantangan dan Harapan
Meski begitu, profesi pustakawan masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan anggaran, kurangnya pemahaman masyarakat tentang fungsi pustakawan, hingga minimnya regenerasi tenaga profesional di bidang ini.
Ketua IPI Jawa Barat, Ratna Hidayati, menyatakan bahwa saat ini diperlukan perhatian lebih dari pemerintah terhadap peningkatan kualitas dan kesejahteraan pustakawan.
“Pustakawan bukan hanya penjaga buku, tapi pemandu ilmu. Dukungan terhadap mereka adalah investasi untuk masa depan pendidikan bangsa,” ujar Ratna dalam acara peringatan Hari Pustakawan Nasional di Bandung.
