Cikarang, harianjabar.com — Fenomena tak biasa terjadi di Bendung Cikarang, Kabupaten Bekasi, usai hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Senin (7/7). Permukaan air bendungan mendadak dipenuhi busa putih pekat, memunculkan kekhawatiran warga akan potensi pencemaran lingkungan.
Warga sekitar yang melihat langsung kondisi itu mengaku terkejut. Busa terlihat cukup tebal dan menyebar di permukaan air bendungan sepanjang aliran utama. “Biasanya air cuma keruh saat hujan, tapi kali ini malah berbusa seperti deterjen,” ujar Rahmat (42), warga setempat.
Fenomena ini memicu spekulasi adanya pembuangan limbah deterjen atau bahan kimia dari aktivitas industri di sekitar aliran sungai. Beberapa warga bahkan menduga adanya pelanggaran limbah oleh pihak tak bertanggung jawab.
Menanggapi hal ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi menyatakan akan segera mengambil sampel air untuk dilakukan uji laboratorium. “Kami akan selidiki penyebab munculnya busa. Jika terbukti akibat limbah industri, tentu akan ada tindakan tegas,” ujar perwakilan DLH dalam keterangannya.
Sementara itu, pemerhati lingkungan menilai kasus seperti ini seharusnya menjadi peringatan bagi pihak berwenang untuk memperketat pengawasan terhadap industri di wilayah hulu sungai. “Air yang tercemar bisa berdampak pada kualitas lingkungan dan kesehatan warga,” tegas Ahmad Ridwan, aktivis lingkungan dari Komunitas Sungai Lestari.
Hingga kini, warga diminta untuk berhati-hati dan tidak menggunakan air dari bendungan untuk kebutuhan sehari-hari sebelum hasil uji lab keluar. Pemerintah daerah juga diharapkan segera mengambil langkah konkret demi mencegah pencemaran lebih lanjut.
