Jakarta, 10 Juli 2025 – Seorang pria asal Iran berinisial MR (43) tak berkutik saat digiring aparat kepolisian usai diciduk terkait kasus peracikan narkotika jenis carfentanil, atau yang lebih dikenal dengan sebutan “garam Cina”. Tersangka ditangkap di sebuah apartemen mewah kawasan Jakarta Selatan, tempat ia meracik bahan kimia berbahaya itu menjadi narkoba siap edar.
Dalam konferensi pers yang digelar di Polda Metro Jaya, tampak wajah lesu tersangka saat diperlihatkan kepada media. Tangan terborgol, kepala tertunduk, dan mata sembab, seakan menggambarkan penyesalan mendalam—meskipun aparat belum sepenuhnya yakin akan ketulusan sikapnya.
Carfentanil: Lebih Mematikan dari Fentanyl
Carfentanil adalah zat sintetik turunan dari fentanyl yang memiliki potensi efek 100 kali lebih kuat dibanding fentanyl dan 10.000 kali lebih kuat dari morfin. Obat ini sebenarnya diperuntukkan bagi hewan besar seperti gajah dan tidak untuk konsumsi manusia. Namun belakangan, zat ini disalahgunakan oleh jaringan internasional sebagai narkoba “super mematikan” karena efek halusinasinya yang kuat dan ketergantungan instan.
Modus Operandi dan Pengungkapan
Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wahyu Hadiningrat, menjelaskan bahwa MR masuk ke Indonesia menggunakan visa kunjungan wisata. Namun dalam praktiknya, ia justru membawa keterampilan meracik zat kimia dari jaringan narkotika internasional.
“Yang bersangkutan sudah meracik carfentanil selama dua bulan terakhir. Kami temukan alat-alat laboratorium lengkap, bahan prekursor kimia, dan beberapa liter cairan hasil racikan siap edar,” kata Wahyu.
Barang bukti yang diamankan termasuk:
- 3 liter cairan mengandung carfentanil
- 5 kilogram bubuk kimia prekursor
- 1 unit alat destilasi kimia
- Buku catatan formula racikan
- Paspor dan dokumen perjalanan MR
Ancaman Hukuman dan Dampak
Tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup. Pihak kepolisian juga tengah menelusuri kemungkinan keterkaitan tersangka dengan sindikat Timur Tengah-Asia yang selama ini dikenal sebagai pemasok carfentanil ke Asia Tenggara.
“Ini zat yang sangat mematikan. Paparan sekecil biji garam bisa membuat orang pingsan, bahkan meninggal. Indonesia harus tegas terhadap ancaman jenis narkoba baru seperti ini,” ujar Kombes Wahyu.
Respon Publik dan Langkah Ke Depan
Penangkapan ini menjadi perhatian publik, terutama di media sosial, di mana banyak netizen mengecam pelaku dan memuji kerja cepat kepolisian. Tagar #GaramCina sempat trending di Twitter Indonesia.
Polda Metro Jaya bekerja sama dengan BNN dan Interpol untuk menelusuri jaringan yang lebih luas, serta memperketat pengawasan terhadap masuknya bahan kimia prekursor melalui pelabuhan dan bandara.
