Purwakarta, 19 Juli 2025 – Pemerintah Kabupaten Purwakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tahun ini, anggaran sebesar Rp12 miliar digelontorkan untuk membedah sebanyak 278 unit rumah tidak layak huni (RTLH) yang tersebar di berbagai kecamatan.
Program bedah rumah ini merupakan bagian dari upaya nyata pemkab dalam mengurangi angka kemiskinan ekstrem sekaligus mewujudkan lingkungan hunian yang sehat, aman, dan layak bagi warga Purwakarta.
Prioritaskan Keluarga Miskin Ekstrem
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Purwakarta, Suryanto, mengungkapkan bahwa program ini difokuskan kepada warga yang masuk dalam kategori miskin ekstrem, lansia, serta penyandang disabilitas.
“Kita utamakan mereka yang benar-benar membutuhkan, terutama warga yang tinggal di rumah yang hampir roboh, tidak memiliki ventilasi, atau tidak memiliki kamar mandi layak,” ujarnya.
Setiap rumah yang dibedah akan mendapatkan alokasi dana sekitar Rp40 juta hingga Rp45 juta, tergantung tingkat kerusakan dan kebutuhan renovasi. Proses pengerjaan akan melibatkan tenaga lokal agar turut memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah
Program ini merupakan kolaborasi antara pemerintah daerah dengan Kementerian PUPR melalui skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), ditambah dengan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Purwakarta.
Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, menyampaikan bahwa program ini tak hanya soal infrastruktur, melainkan juga bagian dari upaya membangun martabat dan kualitas hidup warga.
“Kami ingin masyarakat Purwakarta tinggal di rumah yang tidak hanya layak huni secara fisik, tapi juga sehat secara lingkungan dan mendukung kualitas hidup mereka,” kata Anne.
Diharapkan Selesai Akhir Tahun
Dengan target 278 rumah, pemerintah menargetkan seluruh proses pembangunan dan renovasi selesai pada akhir 2025. Pengawasan dilakukan secara berkala untuk memastikan kualitas pengerjaan dan tepat sasaran.
Program ini juga menginspirasi partisipasi masyarakat, khususnya dalam bentuk gotong royong selama proses renovasi berlangsung.
Warga Sambut Gembira
Salah satu penerima manfaat, Eni (54), warga Kecamatan Campaka, mengaku sangat bersyukur rumahnya akhirnya mendapat perbaikan setelah lebih dari 10 tahun tinggal di rumah berdinding anyaman bambu.
“Alhamdulillah, sudah lama nunggu bantuan seperti ini. Rumah saya bocor, lantai masih tanah. Sekarang semoga bisa tinggal lebih nyaman,” ujarnya haru.
Program ini menjadi harapan baru bagi ratusan keluarga di Purwakarta, sekaligus bukti bahwa perhatian terhadap hunian layak masih menjadi prioritas utama dalam pembangunan daerah.
