Jakarta — Diabetes melitus, khususnya tipe 2, masih menjadi salah satu penyakit kronis dengan prevalensi tinggi di Indonesia. Namun, banyak masyarakat belum sepenuhnya menyadari bahwa gaya hidup sehari-hari dapat menjadi pemicu utama munculnya penyakit ini.
Menurut sejumlah pakar kesehatan, terdapat sejumlah kebiasaan yang tampak sepele namun berpotensi meningkatkan risiko diabetes. Berikut enam di antaranya:
1. Konsumsi Gula Tersembunyi dalam Makanan dan Minuman
Tanpa disadari, banyak produk makanan olahan, minuman ringan, dan bahkan saus kemasan mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi. Konsumsi berlebih dapat memicu resistensi insulin.
2. Kurang Tidur
Kurang tidur yang kronis dapat mengganggu metabolisme glukosa dalam tubuh. Studi menunjukkan bahwa tidur kurang dari 6 jam per malam dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2.
3. Terlalu Lama Duduk
Gaya hidup sedentari atau duduk terlalu lama, baik saat bekerja maupun menonton televisi, berdampak buruk pada sensitivitas insulin dan metabolisme tubuh.
4. Kurang Aktivitas Fisik
Minimnya aktivitas fisik menyebabkan tubuh sulit membakar glukosa sebagai sumber energi. Padahal, olahraga teratur dapat membantu menurunkan kadar gula darah.
5. Stres Berkepanjangan
Stres yang tidak dikelola dengan baik bisa meningkatkan hormon kortisol, yang berperan dalam peningkatan kadar gula darah. Dalam jangka panjang, ini bisa memicu diabetes.
6. Melewatkan Sarapan
Banyak orang mengira melewatkan sarapan dapat membantu diet. Padahal, hal ini bisa menyebabkan lonjakan kadar gula saat makan berikutnya, yang berdampak pada kerja insulin.
Pentingnya Kesadaran Dini
Dokter spesialis penyakit dalam, dr. R. Aditya Putra, Sp.PD, menjelaskan bahwa mengenali pemicu diabetes sejak dini sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. “Gaya hidup modern memang memudahkan segalanya, tapi kita tetap perlu waspada. Pencegahan tetap lebih baik daripada pengobatan,” ujarnya.
Penutup
Kesadaran akan kebiasaan-kebiasaan kecil ini perlu ditingkatkan. Pemerintah dan tenaga kesehatan pun diharapkan terus melakukan edukasi secara menyeluruh agar masyarakat mampu mengelola gaya hidup yang lebih sehat dan seimbang.
