Palembang — Kejadian tak menyenangkan dialami oleh konten kreator otomotif populer, Om Mobi, saat membuat konten di Palembang. Aksi dugaan pungutan liar (pungli) yang dialaminya menjadi viral setelah diunggah di media sosial dan menuai sorotan publik.
Dalam video berdurasi singkat tersebut, terlihat seorang pria berpakaian biasa menghampiri tim Om Mobi dan diduga meminta uang dengan alasan “izin lokasi”. Padahal, pengambilan gambar dilakukan di ruang publik tanpa pelanggaran apapun yang terlihat.
Respons Cepat Polisi: Pelaku Sedang Diburu
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Supriadi, langsung menanggapi serius video viral tersebut. Ia menyatakan bahwa kepolisian tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku.
“Kami sudah menurunkan tim untuk menyelidiki dan mencari terduga pelaku. Kami tidak akan mentoleransi pungli dalam bentuk apa pun,” tegas Supriadi, Senin (28/7).
Netizen Murka, Praktik Pungli Dinilai Memalukan
Unggahan Om Mobi langsung dibanjiri komentar warganet. Banyak yang menyayangkan peristiwa tersebut terjadi di tengah upaya Palembang memperbaiki citra kotanya.
“Bikin malu kota aja. Orang bikin konten kok dipalak!” tulis salah satu pengguna Instagram.
Beberapa netizen bahkan menandai akun kepolisian dalam unggahan tersebut, mendesak agar pelaku segera ditindak.
Kreator Konten Juga Punya Hak
Kasus ini membuka diskusi publik soal hak konten kreator saat berkarya di ruang publik. Selama tidak melanggar aturan, aktivitas seperti merekam video atau mengambil gambar seharusnya tidak dipersulit, apalagi dipalak.
Polda Sumsel Imbau Lapor Jika Alami Hal Serupa
Polda Sumsel juga mengimbau masyarakat, terutama wisatawan atau konten kreator, untuk tidak segan melapor jika mengalami perlakuan serupa.
“Kami terbuka menerima laporan. Jangan takut, kami akan proses sesuai hukum,” tegas Supriadi.
Momen Viral Jadi Pengingat
Peristiwa yang dialami Om Mobi bukan hanya sekadar insiden viral. Ini menjadi pengingat bahwa edukasi hukum dan perlindungan terhadap warga, termasuk pembuat konten, harus terus diperkuat — agar semua bisa berkarya tanpa rasa takut.
