Gresik, Jawa Timur, Harianjabar.com — Kasus penemuan jenazah seorang perempuan driver ojek online (ojol) dalam kondisi mengenaskan, terbungkus kardus dan plastik, akhirnya menemui titik terang. Kepolisian Resor Gresik berhasil menangkap tersangka utama yang diduga menjadi pelaku pembunuhan tersebut, berinisial SR (36), warga asal Sidoarjo.
Penangkapan dilakukan pada Senin pagi, 28 Juli 2025, di sebuah rumah kontrakan di kawasan Menganti, Gresik. Saat ditangkap, pelaku berupaya melawan, sehingga polisi terpaksa melumpuhkannya dengan tindakan tegas dan terukur.
Lorem Ipsum has been the industry\’s standard dummy text ever since the 1500s.
Motif Tersembunyi di Balik Janji Palsu
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, SR mengaku memiliki hubungan perkenalan dengan korban, Sevi Ayu Claudia (30), sejak tahun 2021. Ia mengklaim pernah memberikan sejumlah uang kepada korban dengan iming-iming bantuan untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Namun, janji itu tak pernah terwujud.
Rasa kecewa dan sakit hati disebut sebagai motif utama pelaku. Ia lantas mengajak korban ke tempat usahanya—sebuah tempat fotokopi di kawasan Sidoarjo—dengan dalih menawarkan pekerjaan. Namun, di situlah tragedi terjadi. Polisi menduga korban dipukul menggunakan alat pemotong kertas, kemudian dibungkus dengan plastik hitam dan kardus, sebelum akhirnya dibuang di pinggir jalan di kawasan Desa Banyuurip, Kecamatan Kedamean, Gresik.
Penemuan yang Menggemparkan Warga
Jasad korban ditemukan warga pada Sabtu, 26 Juli 2025, dalam kondisi tidak bernyawa, terikat dan terbungkus rapi. Penemuan itu segera memicu kepanikan dan keprihatinan di tengah masyarakat, terutama karena korban dikenal sebagai sosok ibu muda yang bekerja keras menghidupi anaknya dengan menjadi driver ojol.
Penyelidikan Masih Berlanjut
Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom menyatakan bahwa pihaknya masih terus mendalami kemungkinan keterlibatan pelaku lain, termasuk dugaan bahwa SR tidak bertindak sendirian. Selain itu, hasil autopsi masih dianalisis untuk mengungkap penyebab pasti kematian dan kondisi fisik korban.
“Ini adalah kasus yang sangat memilukan. Kami berkomitmen untuk mengusut tuntas dan memastikan pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum,” ujar Kapolres.
Sorotan Publik dan Harapan Keadilan
Kasus ini menuai sorotan luas dari masyarakat. Banyak warganet menyampaikan duka mendalam dan dorongan agar aparat penegak hukum menindak tegas pelaku. Beberapa komunitas ojek online juga menyatakan solidaritas dan meminta adanya perlindungan lebih bagi pengemudi perempuan di lapangan.
