Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Harianjabar.com — Gedung Rektorat Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di Banjarmasin dilaporkan mengalami kebakaran hebat pada Senin malam (tanggal kejadian). Api dengan cepat menghanguskan sebagian besar bangunan, termasuk ruang-ruang administrasi yang menyimpan dokumen akademik penting seperti ijazah dan arsip mahasiswa.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 21.00 WITA ini membuat aktivitas di lingkungan kampus mendadak terhenti. Saksi mata menyebutkan api pertama kali terlihat dari lantai dua gedung rektorat sebelum menjalar ke seluruh bagian.
Puluhan unit pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api. Upaya pemadaman berlangsung selama beberapa jam dan berhasil dilakukan tanpa menimbulkan korban jiwa. Meski demikian, kerugian materiil ditaksir cukup besar, termasuk kemungkinan rusaknya dokumen-dokumen penting.
Lorem Ipsum has been the industry\’s standard dummy text ever since the 1500s.
Dugaan Sementara: Korsleting Listrik
Kepolisian Resor Kota Banjarmasin bersama tim forensik dari Polda Kalimantan Selatan masih menyelidiki penyebab kebakaran. Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik, namun belum ada kesimpulan resmi dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Sabana Atmojo, menyampaikan bahwa pihaknya akan memeriksa lebih lanjut sejumlah saksi dan alat bukti yang ditemukan di lokasi kejadian. “Kami masih mengumpulkan informasi dan belum bisa memastikan penyebab kebakaran secara definitif,” ujarnya.
Pihak Kampus: Proses Penanganan Darurat Segera Dilakukan
Rektor Universitas Lambung Mangkurat, Prof. Dr. Ahmad Alim Bachri, menyatakan keprihatinannya atas insiden tersebut. Dalam keterangannya kepada media, ia mengatakan bahwa pihak kampus sedang melakukan pendataan terhadap dokumen yang terdampak, termasuk ijazah mahasiswa yang belum dibagikan.
“Kami memahami kekhawatiran para lulusan dan keluarga. Tim kami sedang bekerja untuk memulihkan data dan memastikan dokumen akademik dapat segera diproses ulang jika diperlukan,” ujarnya.
Rektorat juga telah berkoordinasi dengan pihak pencetak ijazah serta lembaga arsip nasional untuk mengupayakan penggantian dokumen yang terbakar melalui proses administratif yang sah.
Mahasiswa Diharapkan Tenang
ULM meminta mahasiswa dan alumni untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Pihak kampus menjanjikan akan menyediakan saluran resmi untuk mengakses informasi dan bantuan terkait dokumen akademik.
Beberapa mahasiswa mengaku sempat panik setelah mendengar kabar kebakaran tersebut. Namun mereka berharap pihak kampus dapat segera memberikan kejelasan dan solusi atas situasi yang terjadi.
“Saya baru saja lulus dan belum sempat menerima ijazah. Awalnya khawatir, tapi saya menghargai respon cepat dari kampus,” ujar Ari, salah satu lulusan Fakultas Keguruan.
Evaluasi Keamanan Arsip dan Digitalisasi Dokumen
Kebakaran ini membuka diskusi lebih luas mengenai pentingnya sistem penyimpanan data yang lebih aman di lingkungan perguruan tinggi. Sejumlah pakar pendidikan mendorong universitas untuk segera melakukan digitalisasi dan pencadangan arsip secara menyeluruh guna mencegah kehilangan data akibat bencana.
Menurut pengamat pendidikan tinggi, Dr. Ratna Asih dari Lembaga Kajian Pendidikan Kalimantan, “Kampus modern seharusnya sudah menerapkan sistem keamanan data digital yang terintegrasi. Musibah seperti ini dapat menjadi momentum evaluasi sistem.”
