Kabupaten Bekasi – Sejumlah orang tua siswa SMK Global Technology Kabupaten Bekasi menyuarakan kekecewaan mereka atas rencana studi tour ke Yogyakarta yang dinilai memberatkan. Pasalnya, biaya yang dibebankan kepada siswa mencapai Rp1.440.000, belum termasuk biaya ijazah dan perpisahan sebesar Rp500.000.
Yang menjadi sorotan utama para wali murid bukan hanya soal biaya, tetapi juga proses pengambilan keputusan yang dinilai sepihak oleh pihak sekolah.
“Memang sempat ada rapat, tapi tidak ada musyawarah yang melibatkan orang tua. Seolah-olah semuanya sudah diputuskan oleh yayasan. Kami hanya diberi tahu, bukan diajak berdiskusi,” ujar salah satu wali murid kepada awak media, Senin (12/05/2025).
Para wali murid mengaku kecewa karena tidak diberi ruang untuk menyampaikan pendapat atau keberatan. Mereka berharap kegiatan studi tour bisa dibatalkan, dan uang tabungan siswa yang telah dikumpulkan sejak kelas 1 dapat dikembalikan.
Namun, harapan itu tampaknya sulit terwujud. Pihak sekolah, menurut para wali murid, tetap bersikeras menggelar studi tour ke luar daerah meskipun ada surat edaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang menegaskan bahwa kegiatan studi tour tidak boleh memberatkan orang tua dan sebaiknya dilakukan di dalam provinsi.
“Kami bukan tidak setuju anak-anak jalan-jalan. Tapi kalau harus membayar mahal dan di luar provinsi, jelas ini membebani. Apalagi dalam kondisi ekonomi yang tidak menentu seperti sekarang,” tambah wali murid tersebut.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi.
