Bekasi, 28 Mei 2025 — Ada harapan baru bagi industri perhotelan Kota Bekasi. Di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih, PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Kota Bekasi menggelar Sarasehan bersama Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, demi membahas masa depan industri yang selama ini menjadi denyut nadi sektor pariwisata lokal.
Acara yang berlangsung di ruang rapat Kantor Wali Kota ini dihadiri oleh para pelaku usaha hotel ternama di Bekasi. Ketua PHRI, Yogi Kurniawan, menyampaikan langsung kondisi industri perhotelan yang disebutnya sedang “tidak baik-baik saja”.

Ia berharap ada angin segar dari Pemkot melalui kebijakan yang lebih fleksibel dan strategi jangka panjang.
“Kami sangat berterima kasih karena Wali Kota membuka ruang dialog. Saat ini kami butuh kolaborasi nyata,” ujar Yogi.
Langkah Strategis dari Tri Adhianto
Menanggapi berbagai aspirasi, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, tidak datang dengan tangan kosong. Ia menyampaikan empat poin strategis yang akan dikerjakan bersama PHRI untuk menggerakkan sektor perhotelan sekaligus menjawab berbagai isu kota.
1. Buka Lapangan Kerja Lewat Hotel
2. Tanggapi Darurat Sampah
3. Peningkatan SDM Lokal
4. Mempercantik Wajah Kota
“Bekasi Bisa Jadi Kota Olahraga Nasional”
Benny, General Manager Hotel Horison Bekasi, menyambut positif gagasan Wali Kota. Terutama soal menjadikan Bekasi sebagai pusat kegiatan olahraga nasional. Baginya, ini bukan sekadar wacana, tapi peluang besar bagi hotel-hotel di Bekasi untuk naik kelas.

“Kalau Bekasi jadi kota olahraga, hotel pasti ikut ramai. Kami siap support,” tegasnya.
Menuju Kota Singgah Favorit Wisatawan
Sarasehan ini ditutup dengan semangat kolaboratif. Sekretaris PHRI Kota Bekasi, Wahyudi Yuka, menyatakan bahwa Kopdar ke-2 PHRI ini bukan hanya ajang pertemuan, tetapi langkah awal membangun branding kota yang lebih segar, ramah wisatawan, dan penuh peluang bagi masyarakat.
“Kita ingin Bekasi jadi kota yang keren. Tempat singgah yang ramah dan menarik bagi wisatawan lokal maupun internasional,” ujar Yuka.
