HARIANJABAR.COM – Ketegangan antara Wakil Gubernur Jawa Barat dan Sekretaris Daerah (Sekda) yang sempat menjadi sorotan publik akhirnya berakhir damai. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Erwan Setiawan, yang menyatakan bahwa seluruh persoalan telah diselesaikan dengan baik.
“Sudah aman, beres,” ujar Erwan kepada awak media, menandai berakhirnya konflik yang sempat memicu kekhawatiran di internal Pemprov Jabar.
Konflik tersebut sebelumnya ramai diperbincangkan, terutama di kalangan birokrasi dan pemerhati politik daerah, menyusul munculnya sejumlah kebijakan yang dinilai tidak selaras antara pimpinan eksekutif provinsi dan jajaran Sekda.
Penyelesaian Lewat Komunikasi Internal
Menurut Erwan, penyelesaian masalah dicapai melalui pendekatan komunikasi terbuka dan musyawarah antar pihak. Ia menegaskan bahwa dinamika di dalam pemerintahan adalah hal yang wajar, selama tetap berorientasi pada kepentingan rakyat.
“Kami sadari, perbedaan pandangan itu bisa terjadi. Tapi semuanya bisa diselesaikan jika ada komunikasi yang baik,” jelasnya.
Ia juga memastikan bahwa seluruh program kerja pemerintah provinsi tetap berjalan sebagaimana mestinya tanpa gangguan, dan para ASN tetap fokus menjalankan tugasnya.
Stabilitas Pemerintahan Jadi Prioritas
Bagi Pemprov Jabar, stabilitas internal adalah kunci utama untuk memastikan pelayanan publik tetap maksimal. Oleh karena itu, langkah-langkah rekonsiliasi yang dilakukan dianggap sebagai bentuk tanggung jawab moral dan profesional.
Pernyataan “sudah aman, beres” dari Erwan juga menjadi sinyal bahwa tidak ada lagi kubu-kubuan di tubuh birokrasi, serta seluruh jajaran siap bersinergi membangun Jawa Barat.
Harapan Masyarakat: Fokus pada Rakyat
Berakhirnya konflik ini disambut positif oleh masyarakat dan pengamat politik lokal. Banyak yang berharap pemerintah provinsi kembali fokus pada tugas-tugas besar seperti pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, pembangunan infrastruktur, hingga pengendalian inflasi daerah.
“Pemimpin harus memberi contoh baik. Kalau mereka bisa menyelesaikan perbedaan dengan kepala dingin, itu pelajaran yang bagus buat semua,” ujar Dedi Arif, salah satu tokoh masyarakat dari Bandung.
Ikuti terus berita politik daerah dan pemerintahan hanya di www.harianjabar.com
