HARIANJABAR.COM – Seekor penyu lekang (Lepidochelys olivacea) dengan berat mencapai 43 kilogram ditemukan dalam kondisi mati di pesisir Pantai Pangandaran, Jawa Barat. Penemuan ini sontak mengejutkan warga dan petugas konservasi, mengingat penyu lekang merupakan satwa langka dan dilindungi secara nasional.
Bangkai penyu pertama kali ditemukan oleh nelayan setempat pada pagi hari, saat sedang menarik perahu ke bibir pantai. Penyu tersebut ditemukan terdampar dalam posisi terbalik dan sudah tidak bernyawa.
Diduga Terjerat Alat Pancing
Menurut keterangan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah Pangandaran, kematian penyu diduga akibat terjerat alat pancing dasar laut yang biasa digunakan nelayan untuk menangkap ikan dasar. Terdapat luka di bagian sirip dan bekas tali pada tubuh penyu.
“Kami menduga penyu ini tidak sengaja terkena pancing dasar dan tidak bisa melepas diri, hingga akhirnya mati kehabisan oksigen,” jelas salah satu petugas BKSDA.
Langsung Dievakuasi dan Dikuburkan
Setelah dilakukan identifikasi singkat, bangkai penyu langsung dievakuasi dan dikuburkan oleh petugas dan relawan komunitas konservasi lokal. Hal ini dilakukan untuk mencegah pembusukan di area wisata dan menjaga kebersihan lingkungan.
BKSDA juga memastikan tidak ada tanda-tanda pengambilan organ atau bagian tubuh penyu untuk dijual, yang kerap menjadi praktik ilegal.
Penyu Lekang, Satwa Dilindungi yang Terancam
Penyu lekang merupakan satu dari tujuh jenis penyu yang masih hidup di dunia dan termasuk dalam daftar satwa dilindungi di Indonesia. Pantai Pangandaran dan sekitarnya menjadi salah satu jalur migrasi dan tempat bertelur penyu, terutama saat musim tertentu.
Kematian seekor penyu dewasa menjadi kerugian besar bagi ekosistem laut karena penyu berperan penting dalam menjaga keseimbangan habitat, seperti memakan ubur-ubur dan menjaga ekosistem lamun.
Ajakan untuk Melindungi Satwa Laut
BKSDA dan aktivis lingkungan kembali mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian laut dengan tidak membuang sampah plastik, menghindari alat tangkap yang membahayakan satwa, serta mendukung program pelestarian penyu.
“Penyu bukan hanya simbol laut yang sehat, tapi juga bagian dari warisan alam yang harus kita jaga bersama,” kata relawan konservasi setempat.
Ikuti terus berita lingkungan dan peristiwa alam hanya di www.harianjabar.com
