Bandung, harianjabar.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Jawa Barat pada Senin, 8 Juli 2025, yang berlaku mulai pukul 15.05 hingga 17.00 WIB.
Dalam informasi resmi yang dirilis, BMKG memperingatkan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, khususnya di wilayah barat dan selatan Jawa Barat.
Wilayah yang Terdampak
Peta peringatan dini menunjukkan warna kuning dan oranye sebagai indikator wilayah dengan potensi cuaca ekstrem. Beberapa wilayah yang masuk kategori peringatan dini dan potensi meluas meliputi:
- Kabupaten Sukabumi
- Kabupaten Bandung Barat
- Kabupaten Cianjur
- Kabupaten Garut (sebagian)
- Kota Cimahi
- Sebagian wilayah Kota Bandung
- Sebagian wilayah Purwakarta
- Bagian barat Tasikmalaya
Sementara itu, wilayah seperti Karawang, Indramayu, Majalengka, dan Pangandaran masih berada dalam zona hijau alias tidak terdampak untuk sementara waktu.
Imbauan BMKG
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan dan daerah rawan bencana. Hujan lebat disertai petir dan angin kencang dapat memicu banjir, longsor, pohon tumbang, hingga kemacetan lalu lintas.
“Warga diminta tidak berlindung di bawah pohon saat hujan petir dan segera mencari tempat aman bila terjadi angin kencang,” tulis BMKG dalam pernyataan resminya.
Warga Diminta Siaga
Sejumlah daerah seperti Sukabumi dan Cianjur yang kerap terdampak longsor dan banjir bandang diminta meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk koordinasi antara pemerintah daerah, BPBD, dan relawan tanggap bencana.
Beberapa warga di wilayah Bandung dan Cimahi juga mengaku sudah mulai merasakan angin kencang dan awan gelap sejak siang hari.
“Kami sudah bersiap dengan menutup terpal warung dan mengamankan barang-barang,” ujar Wawan (40), pedagang kaki lima di kawasan Cisarua.
