Majalengka —
Satu lagi aksi brutal geng motor terjadi di Majalengka dan kali ini berujung pada serangan terhadap aparat. Seorang anggota geng motor yang dikenal dengan julukan ‘Si Mulet’ ditangkap setelah nekat membacok seorang anggota polisi saat aparat membubarkan konvoi liar geng tersebut pada akhir pekan lalu.
Insiden terjadi di wilayah Kecamatan Kadipaten, Majalengka, saat sekelompok geng motor melakukan konvoi dan membuat keributan di jalan raya. Polisi yang menerima laporan dari masyarakat langsung menuju lokasi untuk membubarkan aksi tersebut. Namun saat hendak ditertibkan, terjadi perlawanan dari kelompok itu.
Dalam kekacauan tersebut, salah satu anggota geng motor, yakni ‘Si Mulet’, tiba-tiba menyerang aparat dan melukai seorang anggota polisi dengan senjata tajam. Korban mengalami luka bacok cukup serius di bagian lengan dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
Motif: Panik dan Tak Terima Dikejar Polisi
Kapolres Majalengka, AKBP Indra Dwi Purnama, dalam konferensi pers menjelaskan bahwa pelaku mengaku panik dan takut ditangkap karena sebelumnya sudah terlibat dalam beberapa aksi serupa. Saat melihat polisi mendekat, pelaku mengira dirinya menjadi target utama dan langsung menyerang secara spontan.
“Pelaku mengaku tidak terencana membacok. Dia panik karena merasa akan ditangkap dan membawa senjata tajam untuk jaga diri dalam konvoi,” ujar Kapolres.
Pihak kepolisian juga menyatakan bahwa penindakan akan dilakukan secara tegas, mengingat ini bukan pertama kalinya geng motor membuat kericuhan di Majalengka. Dalam peristiwa tersebut, beberapa pelaku lain juga berhasil diamankan dan kini tengah menjalani pemeriksaan intensif.
Terancam Hukuman Berat
‘Si Mulet’ kini resmi ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 351 ayat (2) KUHP tentang penganiayaan berat dan Pasal 212 KUHP tentang perlawanan terhadap petugas, dengan ancaman hukuman hingga 9 tahun penjara. Polisi juga tengah mendalami jaringan geng motor yang lebih luas dan menelusuri kemungkinan adanya aksi terorganisir.
Sementara itu, kondisi korban disebut mulai membaik meski masih dalam pemulihan.
Masyarakat Diminta Waspada dan Melapor
Aparat mengimbau masyarakat agar tidak takut melaporkan aktivitas mencurigakan atau konvoi liar yang mengganggu ketertiban umum. Pihak kepolisian juga akan meningkatkan patroli malam hari, terutama di titik-titik rawan yang kerap menjadi lokasi kumpul geng motor.
“Kami akan tindak tegas setiap bentuk kekerasan jalanan. Tidak ada toleransi bagi pelaku yang mengganggu keamanan warga,” tegas Kapolres.
Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa geng motor bukan hanya ancaman lalu lintas, tetapi juga bisa menjadi pelaku kekerasan terhadap aparat negara. Tindakan ‘Si Mulet’ bukan sekadar kenakalan remaja, melainkan kriminal murni yang harus diproses hukum secara tegas.
Pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan jalanan. Penindakan hukum harus dibarengi dengan upaya preventif, seperti pembinaan remaja dan penguatan pengawasan lingkungan.
