Bandung Barat, harianjabar.com – Kekerasan jalanan kembali mencoreng wajah keamanan publik di Jawa Barat. Kali ini, sekelompok orang yang mengenakan atribut silat dilaporkan mengeroyok seorang warga secara brutal di wilayah Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu malam (13/7/2025). Peristiwa tersebut sontak menyita perhatian warga dan jagat maya setelah videonya viral di media sosial.
Korban yang diketahui berinisial R (26) menjadi sasaran pengeroyokan oleh lebih dari 10 orang yang datang secara tiba-tiba. Ironisnya, kekerasan ini dilakukan di tempat umum, tepatnya di kawasan pertokoan yang ramai. Dalam video amatir berdurasi sekitar 30 detik, tampak korban tidak melawan, hanya mencoba menutupi kepala dari pukulan dan tendangan bertubi-tubi yang dilancarkan para pelaku.
Aparat kepolisian dari Polres Cimahi langsung bergerak cepat menangani kasus ini. Beberapa orang yang diduga terlibat telah ditangkap dan sedang menjalani pemeriksaan intensif.
Berikut lima fakta utama dari kasus yang membuat publik geram:
Berawal dari Cekcok di Jalan
Berdasarkan keterangan saksi mata, peristiwa bermula saat korban menegur salah satu pesilat yang berkendara secara ugal-ugalan. Pelaku yang tidak terima teguran tersebut kemudian memanggil rekan-rekannya. Tidak lama berselang, sekelompok orang datang menghampiri korban dan langsung melakukan penyerangan tanpa ampun.
“Korban hanya mengingatkan agar tidak ngebut karena banyak warga dan anak kecil. Tapi justru dibalas dengan kekerasan,” ujar Dedi, salah satu warga yang melihat langsung kejadian.
Pelaku Diduga Lebih dari 10 Orang
Dalam video dan hasil keterangan saksi, jumlah pelaku mencapai lebih dari 10 orang. Mereka mengenakan seragam khas sebuah perguruan silat dan menyerang korban secara serempak. Penyerangan dilakukan dengan tangan kosong, namun intensitas serangan yang tinggi membuat korban mengalami luka serius.
Korban Alami Luka Serius dan Trauma
Korban mengalami luka lebam di bagian kepala, wajah, dan dada. Ia segera dilarikan ke RSUD Cikalongwetan untuk mendapatkan perawatan. Selain luka fisik, korban juga mengalami trauma psikologis akibat kekerasan yang dilakukan secara massal dan terang-terangan.
Polisi Amankan Beberapa Pelaku
Kapolres Cimahi, AKBP Aldi Subartono, membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan beberapa orang yang diduga pelaku pengeroyokan. Polisi juga tengah memburu pelaku lain yang belum tertangkap. Pihak kepolisian memastikan bahwa proses hukum akan berjalan transparan dan tegas.
“Kami tidak akan mentolerir aksi main hakim sendiri, apalagi dilakukan oleh kelompok dengan atribut bela diri. Ini sudah masuk tindakan kriminal murni,” tegas AKBP Aldi.
Perguruan Silat Terkait Klarifikasi dan Minta Maaf
Menanggapi kejadian tersebut, pihak perguruan silat tempat pelaku terafiliasi menyatakan permintaan maaf kepada publik dan keluarga korban. Mereka mengecam keras aksi kekerasan dan menyatakan bahwa tindakan pelaku tidak mencerminkan nilai-nilai luhur bela diri.
Pimpinan perguruan tersebut menyatakan siap bekerja sama dengan aparat penegak hukum dan mendukung proses hukum yang berlaku.
Respon Masyarakat dan Seruan Evaluasi
Peristiwa ini menuai reaksi luas dari publik. Di media sosial, tagar #PesilatKeroyokWarga dan #PadalarangBrutal ramai digunakan netizen untuk mengungkapkan kekesalan. Banyak yang meminta pemerintah dan perguruan silat untuk mengevaluasi kembali pola kaderisasi anggotanya agar tidak digunakan sebagai alat intimidasi di masyarakat.
“Bela diri bukan untuk premanisme. Kalau mau pakai seragam, pakai dengan tanggung jawab!”
Tak sedikit pula yang menilai bahwa sejumlah oknum perguruan silat kini sudah keluar dari nilai-nilai dasar pencak silat yang mengutamakan kehormatan, kedewasaan, dan pengendalian diri.
Pemerintah Didesak Tegas
Lembaga swadaya masyarakat dan pemerhati hukum di Jawa Barat mendesak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum bertindak lebih tegas terhadap kekerasan berbasis kelompok. Apalagi jika pelaku menggunakan atribut bela diri, yang bisa menimbulkan rasa takut di masyarakat.
“Kalau tidak ditindak tegas, ini bisa memicu konflik horisontal. Masyarakat bisa melakukan pembalasan. Negara tidak boleh kalah oleh kekerasan,” ujar Hendra Saputra, pengamat keamanan sipil.
Kasus pengeroyokan oleh rombongan pesilat di Bandung Barat ini menjadi alarm serius bagi semua pihak. Pihak berwenang harus menjamin bahwa hukum ditegakkan tanpa pandang bulu, dan setiap bentuk kekerasan — apapun alasannya — tidak boleh diberi ruang.
