Purwakarta – Semangat pelestarian budaya lokal terus digelorakan generasi muda. Salah satunya datang dari para mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yang sedang melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Citalang, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta.
Melalui kegiatan bertajuk “Mengenal Dalem Sholawat, Ulama Terlupa di Tanah Sunda,” mereka mengangkat sosok penting dalam sejarah penyebaran Islam di wilayah Purwakarta yang hampir terhapus dari ingatan masyarakat: Dalem Sholawat.
Menyelamatkan Jejak Tokoh Ulama yang Terlupakan
Dalem Sholawat dikenal sebagai seorang ulama kharismatik yang hidup pada masa penjajahan dan menyebarkan Islam dengan pendekatan damai di daerah Purwakarta dan sekitarnya. Namun seiring waktu, namanya mulai terlupakan. Minimnya dokumentasi dan kurangnya perhatian terhadap sejarah lokal membuat generasi saat ini nyaris tidak mengenalnya.
Melalui program KKN ini, para mahasiswa IPB berinisiatif untuk menelusuri kembali jejak perjuangan Dalem Sholawat. Mereka bekerja sama dengan para tokoh adat, pengurus masjid, guru ngaji, dan warga sepuh setempat guna menggali informasi sejarah yang tersimpan dalam bentuk cerita lisan, manuskrip lama, serta barang-barang peninggalan keluarga.
Program Berbasis Sejarah dan Edukasi Masyarakat
Dalam praktiknya, mahasiswa membagi kegiatan KKN ke dalam beberapa program unggulan, seperti:
- Pengumpulan dan digitalisasi arsip keluarga Dalem Sholawat
- Pameran sejarah dan peninggalan beliau di balai desa
- Pembuatan mural sejarah di dinding fasilitas publik
- Pelatihan bercerita sejarah untuk siswa SD dan SMP
- Seminar dan diskusi lintas generasi soal pentingnya sejarah lokal
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan melestarikan sejarah, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan pada generasi muda agar lebih mencintai budayanya sendiri.
Dukungan Pemerintah dan Harapan untuk Ke Depan
Program yang berlangsung selama sebulan ini mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Desa dan Kecamatan Purwakarta. Bahkan, Camat Purwakarta, Yana Sukmana, mengapresiasi gerakan pelestarian sejarah tersebut dan menyatakan niat untuk mengusulkan Dalem Sholawat sebagai tokoh sejarah lokal yang diintegrasikan ke dalam kurikulum muatan lokal di sekolah-sekolah setempat.
“Kami sangat terbuka dan mendukung inisiatif seperti ini. Ini bukti bahwa mahasiswa bukan hanya agen perubahan, tetapi juga penjaga budaya,” ujar Yana.
Warga Antusias, Harapkan Ada Museum Dalem Sholawat
Respons warga pun luar biasa. Banyak dari mereka baru mengetahui atau kembali mengingat siapa Dalem Sholawat. Bahkan muncul harapan dari masyarakat agar ke depan dibangun museum mini atau monumen sebagai simbol penghormatan dan pusat edukasi sejarah.
“Anak-anak kami perlu tahu siapa Dalem Sholawat. Jangan sampai sejarah lokal kami hilang begitu saja,” tutur Asep (59), salah satu tokoh masyarakat Desa Citalang.
Program KKN mahasiswa IPB ini menjadi contoh konkret kontribusi pendidikan tinggi dalam menjaga nilai-nilai lokal. Melalui pendekatan kreatif dan kolaboratif, sejarah yang nyaris terlupakan kembali hidup dan menjadi sumber kebanggaan masyarakat.
