Konvoi Berujung Petaka di Jalan Kalimalang
Karawang, 22 Juli 2025 – Suasana sore yang tenang di kawasan Jalan Kalimalang, Desa Karangmulya, Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang, mendadak berubah mencekam. Seorang wanita lanjut usia bernama Raimah (80 tahun) menjadi korban dugaan tabrak lari oleh anggota rombongan motor komunitas RX King yang sedang melakukan konvoi perayaan ulang tahun komunitas mereka.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu (20/7) sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu, Nenek Raimah sedang menyeberang jalan menuju warung langganannya. Tanpa disangka, rombongan motor datang melaju kencang. Salah satu pengendara yang kehilangan kendali, menabrak sang nenek dan langsung melarikan diri.
Korban Tergeletak Bersimbah Darah
Warga sekitar yang mendengar suara benturan dan melihat tubuh sang nenek tergeletak langsung berhamburan ke jalan. “Kejadiannya cepat banget. Kami semua panik. Nenek Raimah tergeletak, gak bisa bicara. Motornya kabur begitu saja,” kata Fauzan, seorang saksi mata di lokasi.
Korban mengalami luka berat, termasuk patah tulang panggul, memar di bagian dada dan kepala, serta pendarahan di kaki. Warga segera membawa korban ke Puskesmas Telukjambe Barat, sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit swasta di Karawang untuk mendapat perawatan intensif.
Penyelidikan Polisi dan Upaya Identifikasi Pelaku
Kapolsek Telukjambe Barat, Iptu Reynal Dima Oki Pratama, menyatakan bahwa pihaknya telah bergerak cepat menyelidiki kasus ini. Polisi sudah memeriksa sejumlah rekaman CCTV di sekitar lokasi dan meminta keterangan dari saksi mata yang berada di tempat kejadian.
“Kami menduga kuat pelaku berasal dari salah satu komunitas motor yang sedang melakukan konvoi ulang tahun. Saat ini tim sedang menelusuri nomor rangka kendaraan, dan ciri fisik pengendara yang diperoleh dari saksi serta kamera pengawas,” ujar Iptu Reynal kepada media.
Selain itu, polisi juga menyelidiki izin acara konvoi, termasuk koordinasi antara komunitas motor dengan aparat setempat.
Komunitas Motor Buka Suara dan Minta Maaf
Setelah insiden tersebut ramai di media sosial, sejumlah anggota komunitas motor RX King Treek Karawang mendatangi kediaman korban. Mereka mengaku terpukul atas kejadian ini dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
“Kami tidak bermaksud mencelakai siapa pun. Kami akan bantu pengobatan Bu Raimah dan bekerja sama penuh dengan pihak kepolisian,” kata Andi “King” Saputra, Ketua komunitas RX King Treek. Ia juga mengaku akan melakukan evaluasi internal terkait tata cara konvoi komunitas ke depannya.
Keluarga Korban Harap Ada Tanggung Jawab Hukum
Pihak keluarga mengaku sangat terpukul dengan kejadian ini. Cucu korban, Nita (27 tahun), mengatakan bahwa neneknya adalah sosok mandiri dan ceria. “Setiap sore dia beli jajanan sendiri. Gak nyangka bisa ditabrak kayak gini. Kami cuma minta keadilan dan pelaku bertanggung jawab,” ujarnya lirih.
Mereka berharap pihak kepolisian benar-benar bisa menuntaskan kasus ini dan menangkap pelaku tabrak lari, yang sejauh ini belum teridentifikasi secara jelas.
Pesan untuk Komunitas Motor dan Masyarakat Umum
Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya:
- Etika berkendara saat konvoi
- Koordinasi dengan aparat sebelum melakukan kegiatan komunitas
- Kepedulian sosial saat terjadi insiden di jalan
- Tanggung jawab moral dan hukum, khususnya jika melibatkan korban jiwa atau luka berat
“Konvoi itu boleh, tapi harus tetap mengutamakan keselamatan pengguna jalan lainnya,” ujar salah satu tokoh masyarakat Karangmulya.
Kasus yang Menjadi Cermin
Insiden yang menimpa Nenek Raimah bukan sekadar kecelakaan lalu lintas biasa. Ini mencerminkan bahwa kesadaran berkendara secara kolektif masih menjadi pekerjaan rumah besar, khususnya di lingkungan komunitas hobi otomotif. Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran penting agar ke depannya, keselamatan warga tetap menjadi prioritas dalam setiap kegiatan bermotor.
