Bogor — Menikmati singkong rebus sambil menyeruput kopi hangat sudah menjadi kebiasaan khas masyarakat Indonesia, terutama di pedesaan. Namun, benarkah kombinasi ini aman untuk kesehatan? Atau justru menyimpan risiko tersembunyi?
Ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Nurul Hidayat, memberikan penjelasan berdasarkan kajian nutrisi terkini. Menurutnya, tidak ada larangan medis terhadap konsumsi singkong dan kopi dalam satu waktu, selama dikonsumsi dalam jumlah wajar dan cara pengolahannya tepat.
“Singkong rebus adalah sumber karbohidrat kompleks yang baik, sementara kopi mengandung kafein yang memiliki efek stimulasi ringan. Secara umum, keduanya bisa dikonsumsi bersamaan,” jelas Dr. Nurul dalam seminar daring, Senin (28/7/2025).
Tapi, Perhatikan Cara Konsumsi
Namun, ia mengingatkan bahwa singkong mengandung senyawa alami bernama linamarin, yang dalam kondisi tertentu dapat menghasilkan zat beracun (sianida). Untuk menghindarinya, singkong harus direbus dengan benar hingga matang sempurna.
“Jangan mengonsumsi singkong yang masih mentah atau setengah matang, karena bisa membahayakan sistem saraf,” ujarnya.
Sementara itu, kafein dalam kopi dapat memicu gangguan lambung atau kecemasan jika dikonsumsi berlebihan, terutama pada orang yang sensitif terhadap kafein.
Kombinasi Tradisional yang Aman, Asal Tidak Berlebihan
Menurut Dr. Nurul, kunci utamanya adalah moderasi. Kombinasi singkong dan kopi aman dikonsumsi sesekali sebagai camilan atau sarapan ringan, tapi tidak disarankan menjadi konsumsi harian utama tanpa asupan lain yang seimbang.
“Untuk lansia atau penderita maag, sebaiknya batasi konsumsi kopi, dan pastikan singkong direbus sempurna,” tambahnya.
Kesimpulan Penting
- Singkong rebus dan kopi bisa dikonsumsi bersamaan secara aman.
- Singkong harus direbus matang untuk hilangkan senyawa beracun alami.
- Konsumsi kopi perlu dibatasi, terutama bagi yang sensitif kafein.
- Jadikan bagian dari pola makan seimbang, bukan camilan utama setiap hari.
