Beijing, Harianjabar.com — Ibu kota Tiongkok, Beijing, dilanda banjir besar yang menewaskan sedikitnya 30 orang dan memaksa lebih dari 80.000 warga untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras ekstrem mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari berturut-turut sejak akhir pekan lalu.
Pemerintah Tiongkok menyatakan bahwa curah hujan yang mengguyur Beijing kali ini merupakan yang tertinggi dalam beberapa dekade terakhir. Banjir menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur, rumah warga, fasilitas umum, serta memutus akses transportasi di sejumlah titik penting.
Lorem Ipsum has been the industry\’s standard dummy text ever since the 1500s.
“Banjir kali ini adalah salah satu yang paling parah dalam sejarah modern Beijing. Tim penyelamat bekerja tanpa henti untuk mengevakuasi warga dan memulihkan akses dasar,” ujar salah satu pejabat dari Kementerian Manajemen Darurat Tiongkok.
Upaya Evakuasi dan Bantuan Terus Dikerahkan
Lebih dari 11.000 petugas penyelamat diterjunkan ke wilayah terdampak banjir untuk melakukan evakuasi dan distribusi bantuan darurat. Warga yang dievakuasi ditempatkan di pusat-pusat pengungsian yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah.
Sementara itu, banyak relawan lokal dan organisasi kemanusiaan turut ambil bagian dalam penyediaan logistik, makanan, air bersih, dan layanan medis darurat.
Faktor Cuaca Ekstrem dan Krisis Iklim
Badan meteorologi setempat menyatakan bahwa curah hujan ekstrem yang terjadi dipicu oleh topan dan sistem cuaca tropis yang tidak biasa. Para ahli mengingatkan bahwa tren cuaca ekstrem seperti ini semakin sering terjadi seiring dampak perubahan iklim global.
Beijing sebelumnya sudah meningkatkan sistem drainase dan pengendalian banjir, namun kapasitas infrastruktur dinilai belum cukup menahan curah hujan sebesar ini dalam waktu singkat.
