Sragen, Harianjabar.com — Tiga remaja di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, menjadi sorotan publik setelah sebuah video viral menunjukkan mereka menulis kata “Gaza” pada kain yang menyerupai bendera Merah Putih. Aksi tersebut menuai kritik karena dianggap mencoret simbol negara. Namun, pihak kepolisian dan pemerintah daerah mengambil pendekatan edukatif dalam menangani kasus ini.
Peristiwa ini terjadi pada Jumat (26/7) sore. Ketiga remaja tersebut, yang masih berstatus pelajar sekolah menengah, mengaku melakukan aksi tersebut sebagai bentuk empati terhadap kondisi di Gaza, Palestina. Namun, mereka tidak menyadari bahwa tindakan tersebut menyalahi aturan karena menyangkut simbol negara.
Lorem Ipsum has been the industry\’s standard dummy text ever since the 1500s.
“Mereka tidak bermaksud melecehkan bendera negara. Dari hasil pemeriksaan, motif mereka adalah bentuk solidaritas kemanusiaan. Namun tindakan itu tetap tidak dibenarkan,” ujar Kapolres Sragen AKBP Ari Wibowo, Senin (29/7).
Pendekatan Restoratif: Tidak Ada Unsur Kesengajaan
Polisi memastikan bahwa tidak ada unsur pidana atau niat buruk dalam tindakan para remaja tersebut. Setelah dimediasi bersama orang tua dan pihak sekolah, para remaja mengakui kesalahan mereka dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
“Kami memilih pendekatan pembinaan karena mereka masih di bawah umur dan tidak memahami dampak perbuatannya. Ini momen edukasi, bukan represif,” tambah Kapolres.
Ketiga remaja tersebut kini mendapatkan pendampingan dari sekolah dan pihak terkait untuk diberikan pemahaman tentang pentingnya menghormati simbol negara serta cara yang benar mengekspresikan solidaritas sosial.
Bupati Sragen: Waspadai Aksi Tanpa Edukasi
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, juga turut memberikan tanggapan. Ia mengimbau seluruh elemen masyarakat, khususnya pelajar dan generasi muda, untuk lebih bijak dalam menunjukkan kepedulian terhadap isu internasional.
“Kita tidak bisa membenarkan niat baik jika disalurkan dengan cara yang keliru. Maka penting untuk terus mengedukasi generasi muda tentang nasionalisme, etika digital, dan bentuk kepedulian yang sesuai hukum,” ujar Bupati Yuni.
