New York, Harianjabar.com — Sebuah insiden penembakan kembali mengguncang kawasan Manhattan, New York, Amerika Serikat. Dua orang dilaporkan tewas dalam kejadian yang terjadi pada Minggu malam (28/7) waktu setempat, sementara aparat kepolisian masih memburu pelaku yang diduga melarikan diri usai kejadian.
Penembakan tersebut terjadi di area padat penduduk di Manhattan, tepatnya di dekat kompleks hunian dan pertokoan. Warga sekitar mengaku mendengar beberapa kali suara tembakan sebelum polisi tiba di lokasi dan menemukan dua korban dalam kondisi kritis.
Lorem Ipsum has been the industry\’s standard dummy text ever since the 1500s.
“Dua orang dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Kami sedang menyelidiki kemungkinan motif penembakan serta mengejar pelaku,” ujar juru bicara NYPD (New York Police Department), Senin (29/7).
Investigasi dan Reaksi Masyarakat
Hingga kini, belum ada informasi resmi terkait identitas korban maupun dugaan motif pelaku. Namun polisi telah mengamankan rekaman CCTV dan memintai keterangan sejumlah saksi mata.
Warga Manhattan menyatakan keprihatinan atas meningkatnya kasus kekerasan bersenjata di wilayah perkotaan AS. Banyak yang menyerukan perlunya regulasi senjata api yang lebih ketat untuk mencegah tragedi serupa.
“Kita tidak bisa terus-terusan hidup dalam ketakutan di tempat umum,” kata salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Konteks Kekerasan Bersenjata di AS
Insiden di Manhattan ini menambah daftar panjang kasus penembakan yang terjadi di Amerika Serikat sepanjang 2025. Menurut data lembaga pengawas kekerasan bersenjata AS, setidaknya telah terjadi lebih dari 250 insiden penembakan massal dalam setahun terakhir.
Pemerintah federal dan negara bagian terus dihadapkan pada desakan publik untuk memperketat regulasi kepemilikan senjata dan memperluas akses kesehatan mental bagi masyarakat.
