Jakarta, Harianjabar.com — Sebanyak 22 orang suporter diamankan pihak kepolisian usai terjadi kericuhan seusai laga final Piala AFF U-23 yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada Senin malam (29/7).
Kericuhan terjadi tak lama setelah pertandingan usai, saat ribuan suporter meninggalkan area stadion. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menyatakan bahwa insiden tersebut dipicu oleh adu mulut antar kelompok suporter yang kemudian berujung pada aksi saling dorong dan pelemparan botol plastik.
Lorem Ipsum has been the industry\’s standard dummy text ever since the 1500s.
“Kami langsung bergerak cepat dan mengamankan 22 orang yang diduga terlibat dalam keributan tersebut. Mereka saat ini sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” kata Kombes Susatyo dalam konferensi pers, Selasa (30/7).
Pihak kepolisian menyayangkan insiden ini karena secara umum pertandingan berlangsung dengan aman dan tertib. Petugas gabungan dari kepolisian, TNI, dan panitia pelaksana sebelumnya telah mengerahkan ratusan personel untuk mengamankan jalannya laga.
Tidak ada laporan korban luka serius dalam kejadian tersebut, namun beberapa fasilitas stadion dilaporkan mengalami kerusakan ringan. Kepolisian juga akan mendalami apakah terdapat unsur pemicuan yang bersifat terorganisir atau hanya spontanitas kelompok.
“Kami masih dalami motifnya, termasuk kemungkinan ada oknum yang sengaja memprovokasi,” tambahnya.
Sementara itu, PSSI melalui juru bicara resminya mengecam segala bentuk kekerasan dalam dunia sepak bola dan mengimbau seluruh suporter agar menjaga sportivitas.
“Sepak bola harus menjadi ajang persatuan, bukan permusuhan,” ujarnya.
Polisi masih membuka kemungkinan memulangkan sebagian dari mereka yang diamankan jika terbukti tidak terlibat aktif dalam kericuhan, sementara pelaku utama akan diproses sesuai hukum yang berlaku.
