Papua Tengah, HarianJabar.com — Kontak senjata kembali terjadi antara aparat TNI dan kelompok bersenjata di wilayah Papua Tengah, Kamis (31/7/2025). Dalam insiden tersebut, tiga orang yang diduga anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tewas setelah baku tembak dengan aparat keamanan.
Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III dalam pernyataan resminya menyebutkan bahwa ketiga orang tersebut merupakan bagian dari kelompok separatis yang selama ini terafiliasi dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM).
www.service-ac.id
“Tiga anggota KKB tewas dalam operasi penindakan yang berlangsung di Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya. Mereka tertembak saat melakukan penyerangan terhadap pos aparat,” ujar Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Infanteri, Jum'at (1/8/2025).
Barang Bukti dan Kondisi Lapangan
Dari lokasi kejadian, aparat menyita sejumlah senjata rakitan, amunisi, serta dokumen dan atribut yang mengarah pada keterlibatan kelompok separatis bersenjata. Kontak senjata terjadi setelah pasukan TNI menerima laporan intelijen mengenai aktivitas mencurigakan di sekitar perkampungan.
Hingga saat ini, kondisi di wilayah tersebut dilaporkan sudah kembali kondusif. Aparat tetap siaga untuk mengantisipasi kemungkinan serangan balasan.
Respons dan Imbauan Pemerintah
Pemerintah daerah setempat mengimbau warga sipil agar tetap tenang dan tidak terprovokasi. Sementara itu, sejumlah tokoh masyarakat dan gereja meminta semua pihak mengutamakan dialog dan pendekatan non-kekerasan untuk menyelesaikan konflik berkepanjangan di Papua.
“Kami tidak mendukung kekerasan dari pihak mana pun. Solusi damai harus menjadi prioritas,” ujar Pdt. [Nama], tokoh gereja di Nabire.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak OPM terkait peristiwa tersebut.
