Bandung, HarianJabar.com 15 Agustus 2025 – Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Barat menyalurkan sebanyak 69.000 ton beras bantuan pangan kepada masyarakat yang membutuhkan di berbagai daerah di provinsi ini. Program ini merupakan bagian dari Bantuan Pangan Pemerintah yang bersumber dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan bertujuan untuk menjaga ketahanan pangan serta membantu masyarakat menghadapi tekanan harga kebutuhan pokok.
Penyaluran dilakukan secara bertahap melalui kerja sama antara Bulog, pemerintah daerah, dan PT Pos Indonesia sebagai mitra distribusi.

Sasar Jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM)
Kepala Bulog Jawa Barat, Asep Mulyana, mengatakan bahwa bantuan ini menyasar sekitar 6,9 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di 27 kabupaten dan kota di seluruh Jawa Barat. Setiap keluarga akan menerima 10 kilogram beras per bulan, yang didistribusikan selama tiga bulan ke depan.
“Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. Bulog memastikan kualitas beras baik dan pendistribusian tepat sasaran,” ujar Asep saat peninjauan gudang beras di Bandung.
Menekan Inflasi dan Stabilkan Harga
Program bantuan pangan ini juga diharapkan membantu menekan angka inflasi pangan, yang belakangan ini meningkat akibat faktor cuaca ekstrem dan gangguan distribusi. Selain membantu masyarakat, program ini juga menjadi salah satu instrumen stabilisasi harga beras di pasar.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), beras masih menjadi komoditas dengan kontribusi inflasi terbesar di Jawa Barat selama beberapa bulan terakhir.
Distribusi Aman dan Terkendali
Pihak Bulog Jabar memastikan bahwa seluruh beras yang disalurkan telah melalui proses pengecekan mutu dan pengemasan standar. Selain itu, distribusi dilakukan dengan pengawasan ketat untuk menghindari keterlambatan maupun penyimpangan.
“Kami juga membuka jalur aduan bagi masyarakat jika ada masalah dalam penerimaan bantuan,” tambah Asep.
Dukungan Pemerintah Daerah
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyambut baik langkah Bulog dalam memperluas akses pangan bagi masyarakat. Penjabat Gubernur Jabar, Bey Machmudin, menyatakan bahwa bantuan ini sangat membantu warga, terutama menjelang akhir tahun ketika permintaan bahan pokok cenderung meningkat.
“Kami akan terus mendampingi program ini agar distribusi berjalan adil dan efisien,” kata Bey dalam keterangannya.
Program Bantuan, Harapan untuk Ketahanan Pangan
Langkah ini menjadi bagian dari upaya jangka pendek pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Dalam jangka panjang, penguatan cadangan pangan, diversifikasi konsumsi, dan peningkatan produksi dalam negeri tetap menjadi kunci utama.
