Jakarta, Harianjabar.com — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada para korban aksi demonstrasi yang berlangsung di sejumlah daerah akhir Agustus 2025. Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga di Jakarta, Senin (1/9), sebagai bentuk empati pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak.
Airlangga menegaskan bahwa pemerintah menaruh perhatian serius terhadap setiap korban, baik dari kalangan masyarakat maupun aparat yang mengalami luka maupun kehilangan jiwa.
“Atas nama pemerintah, kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya. Kejadian ini menjadi pelajaran penting agar penyampaian aspirasi tetap dilakukan dengan damai dan tidak menimbulkan korban,” ujarnya.
Menurut Airlangga, pemerintah berkomitmen memberikan bantuan kepada keluarga korban. Ia juga menekankan perlunya menjaga ketertiban dan mengedepankan dialog dalam menyampaikan pendapat di muka umum.
“Pemerintah terbuka terhadap aspirasi masyarakat, namun mari kita kedepankan cara-cara yang aman. Stabilitas sosial sangat penting untuk menjaga jalannya pembangunan dan perekonomian,” tambahnya.

Sejumlah organisasi masyarakat sipil menyambut baik pernyataan duka cita tersebut, namun tetap mendesak agar pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur pengamanan aksi massa. Mereka menilai langkah itu penting agar insiden serupa tidak kembali terjadi.
Pengamat politik Universitas Padjadjaran, Rendra Prasetyo, menilai sikap Menko Airlangga merupakan bentuk komunikasi politik yang perlu ditindaklanjuti dengan kebijakan konkret.
“Pernyataan duka cita itu baik, tetapi yang terpenting adalah langkah nyata pemerintah untuk memastikan pengamanan aksi lebih humanis dan tidak menimbulkan korban lagi,” katanya.
Kasus ini menambah daftar panjang dinamika sosial yang tengah dihadapi Indonesia. Dengan pernyataan duka cita tersebut, pemerintah diharapkan dapat lebih cepat merespons tuntutan masyarakat sekaligus menjaga kondusivitas nasional.
