Jakarta, HarianJabar.com 5 September 2025 — Masih hangat dalam ingatan, kepulan asap dan kobaran api melahap Halte Bundaran Senayan saat aksi demo pada Sabtu, 30 Agustus lalu. Namun kini, hanya beberapa hari berselang, halte ikonik di jantung Jakarta itu kembali berdiri dan mulai beroperasi. Bukan hanya simbol ketahanan, tapi juga harapan baru bagi ribuan pengguna Transjakarta yang menggantungkan hidupnya pada layanan publik ini.
Setelah perbaikan intensif selama kurang dari sepekan, PT Transjakarta resmi mengumumkan uji coba fungsional Halte Bundaran Senayan dimulai hari ini.

Perbaikan Kilat, Pelayanan Maksimal
Pascainsiden pembakaran, Transjakarta bergerak cepat. Dalam waktu hanya 6 hari, tim teknis bekerja siang malam untuk memperbaiki halte yang rusak cukup parah. Proses ini melibatkan pengecekan struktur, pemasangan ulang sistem tiket, dan pengujian sistem keamanan.
“Pelanggan sudah dapat naik dan turun kembali di halte ini mulai hari ini. Kami tetap terbuka terhadap masukan selama masa uji coba berlangsung,” ujar Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, dalam keterangannya.
Wajah-Wajah Kota: Mereka yang Terdampak, Kini Bisa Bernapas Lega
Halte Bundaran Senayan bukan sekadar bangunan. Ia adalah tempat pertemuan: pekerja kantoran yang mengejar waktu, mahasiswa yang bergegas ke kampus, hingga pedagang kecil yang mengais rezeki di sekitarnya.
Dina (34), karyawan swasta yang setiap hari berangkat dari Blok M ke Sudirman, mengaku lega.
“Beberapa hari ini saya harus turun dua halte lebih jauh dan jalan kaki lumayan jauh. Syukurlah sekarang bisa normal lagi,” katanya saat mencoba halte yang baru dibuka.
Halte Strategis, Rute Penting
Kembalinya halte ini membuka kembali akses untuk sejumlah rute vital Transjakarta, termasuk:
- Koridor 1 (Blok M – Kota)
- 1F (Stasiun Palmerah – Bundaran Senayan)
- 6M (Manggarai – Blok M)
- 9C (Pinang Ranti – Bundaran Senayan)
- S61 (Alam Sutera – Blok M), dan lainnya
Jangan Lagi Rusak Fasilitas Publik
Insiden pembakaran halte bukan hanya melukai properti, tapi juga melumpuhkan layanan yang menyentuh kehidupan sehari-hari ribuan orang. Transjakarta mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas umum sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Masyarakat harus ikut menjaga. Ini milik kita semua,” tambah Welfizon.
- Mengedepankan fakta dari sumber resmi
- Tidak menyebarkan spekulasi soal penyebab pembakaran
- Memberi ruang pada suara publik dan empati terhadap masyarakat terdampak
- Menghindari glorifikasi kekerasan atau perusakan fasilitas
Di Kota Sebesar Jakarta, Sekecil Apa Peran Kita Menjaganya?
Kembalinya Halte Bundaran Senayan bukan hanya soal transportasi, tapi tentang semangat kota untuk pulih, berbenah, dan tidak kalah oleh amarah sesaat. Kini saatnya kita bertanya: sudahkah kita ikut menjaga Jakarta?
