Singapura, HarianJabar.com – Pemerintah Singapura kembali menunjukkan ketegasannya. Hanya dalam waktu empat hari setelah aturan baru diberlakukan, aparat menyita lebih dari 1.500 unit rokok elektrik (vape) dan komponennya. Aksi penyitaan ini dilakukan di berbagai titik perbatasan, termasuk bandara dan pos pemeriksaan darat dari arah Malaysia.
Otoritas Imigrasi dan Pemeriksaan (ICA) mencatat, dari 123 kasus pelanggaran, sekitar 70 persen pelakunya adalah wisatawan asing, sementara sisanya merupakan warga lokal dan pemegang izin tinggal tetap.

“Sebagian besar dari mereka menyerahkan vape secara sukarela. Tapi itu tidak menghapus pelanggaran,” tulis ICA dalam pernyataan resminya.
Regulasi Baru, Sanksi Lebih Keras
Sejak 1 September 2025, Singapura menerapkan aturan lebih ketat terhadap vape, termasuk ancaman hukuman lebih berat bagi pengguna maupun pengedar. Aturan ini muncul setelah ditemukan bahwa sebagian vape di pasaran mengandung zat kimia berbahaya yang diklasifikasikan sebagai narkotika.
Pelanggar yang membawa vape bisa dikenai:
- Denda hingga SGD 2.000 (sekitar Rp22 juta)
- Program rehabilitasi wajib
- Deportasi (bagi warga asing)
- Penjara dan hukuman cambuk bagi pelaku penyelundupan atau pengedar
Bahaya K-Pods, Vape Rasa “Zombie”
Yang mengejutkan, pemerintah menemukan bahwa sebagian vape yang beredar—dikenal dengan istilah K-Pods—mengandung etomidate, zat anestesi kuat yang biasa digunakan di rumah sakit. Efeknya bisa membuat pengguna kehilangan kesadaran dan tidak responsif, bahkan disebut membuat remaja “bertingkah seperti zombie”.
Perdana Menteri Lawrence Wong menyebut kasus ini bukan sekadar isu rokok, melainkan sudah menjadi masalah narkoba. Ia menegaskan bahwa Singapura tak akan memberi toleransi terhadap vape yang mencampurkan zat kimia terlarang.
Langkah Nyata: Pencegahan dan Edukasi
Singapura bukan hanya menerapkan hukuman. Pemerintah juga:
- Menempatkan tong pembuangan vape di berbagai lokasi umum
- Melakukan tes air liur di sekolah-sekolah
- Menyebarkan kampanye digital untuk meningkatkan kesadaran risiko vape
Upaya ini menunjukkan pendekatan komprehensif: menindak tegas, namun tetap mengedukasi.
Vape Bukan Sekadar Asap
Lebih dari 1.500 vape yang disita hanya dalam empat hari bukan angka kecil. Ini adalah peringatan keras bahwa Singapura serius menutup celah terhadap barang-barang yang bisa mengancam kesehatan masyarakat, terutama generasi muda. Di tengah debat global soal legalisasi dan regulasi vape, Singapura memilih sikap tegas: melindungi lebih penting daripada memberi ruang abu-abu.
