Jakarta, HarianJabar.com – Keputusan mengejutkan datang dari Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, politisi muda Partai Gerindra sekaligus keponakan Presiden Prabowo Subianto. Ia resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai anggota DPR RI pada periode ini, sebuah langkah yang memunculkan beragam spekulasi di kalangan politik.

Rahayu Saraswati dikenal bukan hanya karena latar belakang keluarganya yang dekat dengan elite politik, tetapi juga kiprahnya sebagai aktivis perempuan dan anak. Selama duduk di parlemen, ia kerap menyuarakan isu perlindungan anak, kesetaraan gender, hingga pemberdayaan masyarakat.
Meski begitu, keputusan mundur dari kursi DPR terbilang mengejutkan karena tidak pernah terdengar adanya tanda-tanda sebelumnya. Beberapa pihak menduga langkah ini berkaitan dengan fokus pribadi maupun rencana baru di luar politik praktis.
Dalam pernyataannya, Saras—sapaan akrabnya—menegaskan bahwa pilihannya adalah bentuk tanggung jawab sekaligus kesempatan untuk berkontribusi di ruang lain.
“Perjuangan tidak berhenti di parlemen. Saya akan tetap melanjutkan misi saya untuk masyarakat, khususnya perempuan dan anak,” ungkapnya.
Pengunduran diri Saraswati sekaligus membuka ruang spekulasi terkait langkah politiknya di masa depan. Sebagian pengamat menilai ia masih memiliki peluang besar untuk kembali ke panggung politik, mengingat kiprah dan nama besar keluarga Djojohadikusumo yang melekat kuat.
Sementara itu, Partai Gerindra disebut akan segera menyiapkan pengganti antar waktu (PAW) untuk mengisi kursi kosong yang ditinggalkan oleh Saras.
