Jakarta, HarianJabar.com – Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyatakan Indonesia membuka peluang untuk bekerja sama dengan Rusia dalam pengembangan dan uji klinis vaksin kanker. Vaksin tersebut diklaim sebagai inovasi medis terbaru yang dapat membantu tubuh mengenali dan melawan sel kanker.
Budi menilai, dengan tingginya angka kasus kanker di Indonesia, kerja sama internasional dapat menjadi salah satu solusi dalam memperluas akses pengobatan.

“Kami selalu terbuka untuk kolaborasi riset dan pengembangan. Jika ada peluang untuk membawa inovasi, termasuk vaksin kanker, tentu akan kami pelajari,” kata Menkes, Kamis (11/9).
Namun, para pakar mengingatkan bahwa rencana ini harus disertai kajian mendalam. Pakar onkologi dari Universitas Indonesia, dr. Andi Santosa, menekankan pentingnya transparansi data ilmiah.
“Uji klinis vaksin kanker harus berbasis bukti yang kuat. Indonesia perlu memastikan keamanan, efektivitas, serta standar etika penelitian terpenuhi,” jelasnya.
Selain itu, para akademisi mendorong agar peneliti dalam negeri dilibatkan sejak awal. Hal ini dianggap penting agar Indonesia tidak hanya menjadi lokasi uji klinis, tetapi juga turut berkontribusi pada pengembangan ilmu kedokteran global.
Jika rencana tersebut terealisasi, Indonesia berpeluang menjadi salah satu negara di Asia Tenggara yang berperan aktif dalam pengembangan vaksin kanker. Langkah ini dinilai dapat memperluas akses pengobatan bagi pasien serta memperkuat kerja sama diplomasi kesehatan internasional.
