Jakarta, HarianJabar.com– Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi akhirnya buka suara terkait ramainya video anaknya yang sempat viral di media sosial. Dalam video tersebut, sang anak melontarkan pernyataan kontroversial dengan menyebut mantan Menkeu Sri Mulyani Indrawati sebagai “agen CIA”.
Pernyataan itu langsung memicu reaksi luas dari publik. Banyak pihak menilai ucapan tersebut tidak pantas dan bisa menimbulkan kesalahpahaman. Menanggapi hal ini, Purbaya Yudhi memberikan klarifikasi sekaligus meminta masyarakat agar tidak memperbesar persoalan.

“Dia Anak, Tidak Paham Konteks”
Purbaya menegaskan bahwa pernyataan tersebut tidak mencerminkan pandangan keluarganya. Menurutnya, sang anak hanya asal bicara tanpa memahami konteks sebenarnya.
“Itu anak saya yang bicara, dan dia sama sekali tidak mengerti apa yang dia ucapkan. Namanya juga anak-anak, kadang ikut-ikutan apa yang didengar di media sosial. Jadi, jangan dianggap serius,” ujar Purbaya saat ditemui di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (11/9).
Ia menambahkan, dalam era digital saat ini banyak anak muda mudah terpengaruh oleh informasi yang berseliweran di media sosial tanpa memverifikasi kebenarannya. Karena itu, ia mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih bijak dalam menyerap informasi.
Klarifikasi untuk Hentikan Polemik
Purbaya juga menekankan, klarifikasi ini penting agar tidak muncul fitnah yang dapat merugikan banyak pihak. Ia meminta masyarakat tidak mengaitkan ucapan anaknya dengan isu politik maupun hubungan pribadi dirinya dengan Sri Mulyani.
“Saya pribadi menghormati Bu Sri Mulyani sebagai sosok profesional yang sangat berjasa bagi Indonesia. Pernyataan anak saya itu murni keliru dan tidak berdasar,” tegasnya.
Sri Mulyani, Sosok Ekonom Kelas Dunia
Sri Mulyani dikenal luas sebagai ekonom kelas dunia yang pernah menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia. Reputasinya di kancah internasional diakui banyak pihak, sehingga tudingan tak berdasar seperti yang viral tersebut justru dinilai merugikan publik yang mendapatkan informasi salah.
Purbaya berharap, dengan adanya klarifikasi ini, masyarakat bisa memahami duduk perkara dan tidak lagi memviralkan hal-hal yang bisa menimbulkan kesalahpahaman.
Ajakan Literasi Digital
Di akhir keterangannya, Purbaya mengajak orang tua agar lebih aktif mendampingi anak-anak mereka dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, literasi digital penting untuk mencegah anak-anak salah kaprah dalam menafsirkan informasi.
“Media sosial itu punya dua sisi. Bisa menjadi sumber pengetahuan, tapi juga bisa menyesatkan kalau tidak disaring dengan baik. Mari kita jaga anak-anak kita agar tidak terjebak informasi palsu,” pungkasnya.
