Jakarta, HarianJabar.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menilai proyek transportasi massal modern perlu terus diperluas di Indonesia. Salah satunya adalah wacana pembangunan kereta cepat Jakarta–Surabaya yang menurutnya akan memberikan manfaat besar bagi konektivitas antarwilayah.
AHY menyampaikan hal tersebut dalam sebuah forum diskusi transportasi berkelanjutan di Jakarta. Ia menegaskan, keberadaan kereta cepat yang menghubungkan dua kota terbesar di Pulau Jawa akan berdampak signifikan pada mobilitas masyarakat, efisiensi waktu, hingga pertumbuhan ekonomi.

“Bayangkan, jika Jakarta dan Surabaya terhubung kereta cepat, waktu tempuh yang biasanya belasan jam bisa dipangkas hanya dalam hitungan jam. Ini akan menjadi game changer dalam transportasi nasional,” ujar AHY.
Mendorong Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi
Menurut AHY, kereta cepat tidak hanya soal transportasi, tetapi juga katalis pembangunan. Kehadiran jalur cepat akan membuka peluang investasi baru, memacu pertumbuhan kota-kota di sepanjang lintasan, serta memperluas akses pasar bagi pelaku usaha.
“Ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan strategi besar untuk meningkatkan daya saing bangsa,” katanya.
Belajar dari Jakarta–Bandung
Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) yang telah beroperasi menjadi contoh penting bagi AHY. Meski menghadapi tantangan, keberhasilan KCJB dinilai bisa menjadi pijakan awal untuk mengembangkan jaringan lebih panjang, termasuk ke arah Surabaya.
Namun demikian, AHY mengingatkan bahwa pembangunan tersebut membutuhkan kajian matang, terutama soal pembiayaan, dampak sosial, hingga kelestarian lingkungan.
Respons Publik dan Tantangan
Wacana ini langsung menuai pro-kontra. Sebagian kalangan menilai kereta cepat Jakarta–Surabaya akan menjadi solusi transportasi modern yang efisien. Namun, ada juga yang khawatir proyek tersebut menelan biaya besar dan membebani keuangan negara.
“Yang terpenting adalah perencanaan yang transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan masyarakat,” tegas AHY.
Menanti Keputusan Pemerintah
Hingga kini, wacana kereta cepat Jakarta–Surabaya masih dalam tahap pembahasan di tingkat pemerintah pusat. Keputusan terkait studi kelayakan, sumber pendanaan, serta tahapan pembangunan akan sangat menentukan apakah proyek ini bisa segera direalisasikan.
