Tasikmalaya, HarianJabar.com– Belasan anak di Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, dilaporkan mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan dalam kegiatan MBG (Makan Bersama Gratis). Menu yang disajikan saat itu terdiri dari mi, ayam, sayur sawi, dan buah semangka.
Menurut keterangan warga, beberapa jam setelah menyantap hidangan, sejumlah anak mulai merasakan mual, pusing, hingga muntah-muntah. Kondisi ini membuat orang tua panik dan segera melarikan anak-anak mereka ke puskesmas terdekat.

“Anak saya muntah-muntah terus sejak pulang dari acara. Awalnya saya kira masuk angin, tapi ternyata banyak anak lain juga mengalami hal serupa,” ujar Rini, salah satu orang tua korban.
Dapat Penanganan Medis
Pihak Puskesmas Singaparna membenarkan adanya belasan anak yang masuk dengan keluhan serupa. Mereka langsung diberikan tindakan medis berupa obat anti-mual dan infus untuk mengatasi dehidrasi. Hingga malam, sebagian anak sudah diperbolehkan pulang, sementara beberapa lainnya masih menjalani observasi.
“Kami terus memantau kondisi pasien. Sejauh ini tidak ada yang kritis, tetapi kami tetap berhati-hati,” kata dr. Wahyu, salah satu tenaga medis yang menangani korban.
Dugaan Penyebab Keracunan
Hingga kini, belum ada kepastian mengenai penyebab keracunan massal tersebut. Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya telah mengambil sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium.
“Masih dalam tahap uji laboratorium. Bisa saja keracunan berasal dari bahan makanan yang tidak segar atau cara pengolahan yang kurang higienis,” ujar Kepala Dinas Kesehatan setempat.
Pemerintah Turun Tangan
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya meminta masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan isu liar. Selain itu, panitia MBG juga diminta lebih memperhatikan standar kebersihan makanan pada kegiatan berikutnya.
“Kejadian ini harus jadi pelajaran bersama. Kegiatan sosial bagus, tetapi keamanan pangan tetap nomor satu,” ujar pejabat Pemkab.
Kasus MBG Bukan Pertama
Sebelumnya, kasus serupa juga sempat terjadi di beberapa daerah Jawa Barat saat acara MBG. Dinas kesehatan menekankan perlunya pengawasan ketat dalam penyajian makanan, terutama ketika melibatkan banyak anak-anak.
