Jakarta, HarianJabar.com – Seleksi beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) 2025 kembali digelar dan menarik ribuan pendaftar dari seluruh Indonesia. Namun, sejumlah peserta mengaku kesulitan dalam menghadapi tes bakat skolastik (TBS) yang menjadi salah satu tahapan seleksi.

Keluhan Peserta
Banyak pendaftar menyampaikan pengalamannya melalui media sosial. Mereka menilai soal-soal TBS tahun ini lebih sulit dibandingkan tahun sebelumnya, terutama pada bagian penalaran logis dan numerik.
“Bukan hanya waktunya yang terasa singkat, tapi soal-soalnya benar-benar menguras pikiran. Rasanya masih kurang persiapan meski sudah latihan berbulan-bulan,” ungkap salah satu peserta.
Pentingnya TBS dalam Seleksi
Tes bakat skolastik digunakan LPDP untuk mengukur kemampuan kognitif peserta, mulai dari logika, penalaran, hingga pemecahan masalah. Hasil tes ini menjadi salah satu indikator penting dalam menentukan kelolosan tahap awal seleksi.
Respons LPDP
Pihak LPDP menyatakan bahwa tingkat kesulitan soal memang sudah disesuaikan agar bisa menyaring peserta terbaik. Meski begitu, mereka menegaskan soal yang diberikan masih dalam standar wajar untuk mengukur potensi akademik.
“Kami ingin memastikan penerima beasiswa adalah mereka yang tidak hanya berprestasi, tapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis dan adaptif,” kata perwakilan LPDP.
Dukungan dari Alumni
Beberapa alumni LPDP turut memberikan semangat bagi para pendaftar. Mereka menyarankan agar peserta tidak hanya mengandalkan latihan soal, tetapi juga menjaga kesehatan fisik dan mental selama proses seleksi.
“Jangan patah semangat, karena tahap ini hanya sebagian kecil dari proses panjang. Yang terpenting adalah konsistensi dan persiapan,” ujar salah satu alumni penerima beasiswa.
