Bekasi, Harianjabar.com — Di era modern yang serba cepat, banyak orang terbiasa melakukan multitasking, yaitu melakukan beberapa aktivitas sekaligus. Namun, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa monotasking, atau fokus pada satu pekerjaan dalam satu waktu, lebih bermanfaat bagi kesehatan fisik dan mental.
Bukti Penelitian
Menurut studi yang dipublikasikan Journal of Experimental Psychology (2024), individu yang fokus pada satu tugas mengalami peningkatan konsentrasi sebesar 30 persen dibandingkan mereka yang melakukan multitasking. Penelitian lain dari American Psychological Association (APA) menunjukkan bahwa multitasking dapat meningkatkan stres dan kelelahan mental karena otak terus berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas lain.
Dr. Anita Suryani, psikolog kognitif di Universitas Indonesia, menuturkan:
“Multitasking memang terlihat produktif, tapi otak manusia bekerja lebih keras saat harus berpindah-pindah fokus. Monotasking membantu menurunkan stres dan meningkatkan kualitas pekerjaan.”
Dampak Multitasking
Beberapa risiko multitasking yang disebutkan dalam penelitian antara lain:
- Menurunnya fokus dan produktivitas
- Meningkatkan tingkat stres dan kecemasan
- Gangguan kualitas tidur
- Kemungkinan kesalahan dalam pekerjaan meningkat

Manfaat Monotasking
Sebaliknya, monotasking memberikan sejumlah keuntungan:
- Konsentrasi lebih optimal, sehingga pekerjaan selesai lebih efisien.
- Menurunkan tingkat stres, karena pikiran tidak terbagi.
- Memperbaiki kesehatan mental, dengan menurunkan risiko kecemasan.
- Meningkatkan kualitas output pekerjaan.
Tips Praktis Monotasking
Para pakar menyarankan beberapa langkah agar masyarakat bisa menerapkan monotasking dalam kehidupan sehari-hari:
- Fokus pada satu tugas penting setiap waktu.
- Matikan notifikasi digital untuk menghindari gangguan.
- Gunakan metode kerja seperti Pomodoro: bekerja fokus 25–50 menit, kemudian istirahat.
- Latih mindfulness untuk meningkatkan kesadaran saat melakukan satu aktivitas.
Berdasarkan fakta dan penelitian, monotasking terbukti lebih sehat untuk mental dan fisik dibanding multitasking. Masyarakat dianjurkan menerapkan kebiasaan ini untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kesejahteraan psikologis.
