Bekasi, Harianjabar.com — Degenerasi makula basah merupakan salah satu gangguan retina yang dapat menyebabkan penurunan penglihatan serius pada penderitanya. Penyakit ini termasuk dalam kategori penyakit mata degeneratif yang memengaruhi makula, bagian retina yang bertanggung jawab untuk penglihatan sentral.
Apa Itu Degenerasi Makula Basah?
Degenerasi makula dibagi menjadi dua tipe: kering dan basah. Tipe basah ditandai oleh pertumbuhan pembuluh darah abnormal di bawah retina, yang dapat bocor dan merusak sel-sel retina. Kondisi ini biasanya berkembang lebih cepat dibandingkan tipe kering.
Menurut dokter spesialis mata Dr. Rina Prasetyo dari RS Mata Jakarta, gejala degenerasi makula basah meliputi:
- Penglihatan menjadi kabur atau gelap di bagian tengah.
- Garis lurus tampak melengkung atau terdistorsi.
- Sulit mengenali wajah atau membaca huruf kecil.
- Penurunan kemampuan membedakan warna secara tajam.
Faktor Risiko
Beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang terkena degenerasi makula basah antara lain:
- Usia di atas 50 tahun.
- Riwayat keluarga dengan penyakit retina.
- Merokok atau paparan polusi tinggi.
- Tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi.

Diagnosis dan Pemeriksaan
Pemeriksaan awal biasanya dilakukan melalui tes penglihatan sederhana dan OCT (Optical Coherence Tomography) untuk melihat lapisan retina secara rinci. Jika terdeteksi sejak dini, kerusakan penglihatan bisa diperlambat atau dicegah bertambah parah.
Pilihan Pengobatan
Beberapa pilihan pengobatan untuk degenerasi makula basah:
- Terapi Anti-VEGF – Suntikan ke dalam mata untuk menghambat pertumbuhan pembuluh darah abnormal.
- Fotodinamik terapi – Menggunakan laser dan obat khusus untuk menutup pembuluh darah abnormal.
- Perubahan gaya hidup – Menghindari rokok, menjaga tekanan darah, dan konsumsi makanan kaya antioksidan.
Dr. Rina menekankan, “Deteksi dini sangat penting. Semakin cepat pengobatan dilakukan, semakin besar kemungkinan mempertahankan penglihatan.”
Pencegahan
Beberapa langkah pencegahan yang disarankan:
- Rutin memeriksakan mata setiap 1–2 tahun bagi orang di atas 50 tahun.
- Mengonsumsi makanan bergizi, seperti sayur hijau dan ikan berlemak tinggi omega-3.
- Menjaga gaya hidup sehat, termasuk olahraga dan kontrol tekanan darah.
- Mengurangi paparan sinar UV dengan menggunakan kacamata hitam.
