Bandung, HarianJabar.com – Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat memberikan apresiasi sekaligus dorongan terhadap langkah Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dalam mengembangkan konsep aglomerasi untuk proyek Waste To Energy (WTE) yang akan dibangun di kawasan Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat.
Konsep aglomerasi ini memungkinkan kolaborasi lintas wilayah—khususnya antar kota dan kabupaten di sekitar Bandung Raya—untuk bersama-sama mengelola sampah secara terintegrasi dan efisien. Tujuan utamanya adalah menyatukan potensi dan sumber daya antar daerah dalam rangka menangani persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan besar di kawasan metropolitan.
WTE sendiri merupakan teknologi pengolahan sampah modern yang mengubah limbah yang tidak dapat didaur ulang menjadi energi, seperti panas, bahan bakar, atau listrik. Teknologi ini dinilai lebih ramah lingkungan dibanding metode konvensional seperti open dumping atau sekadar penimbunan di TPA.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Pemprov Jabar yang tidak hanya memikirkan pengelolaan sampah jangka pendek, tetapi juga menyiapkan solusi jangka panjang yang berkelanjutan dan berbasis teknologi,” ujar Ketua Komisi I DPRD Jabar, Bedi Budiman, usai meninjau lokasi rencana proyek WTE, Selasa (14/10/2025).

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antarwilayah dalam bentuk aglomerasi menjadi kunci keberhasilan proyek ini, mengingat wilayah Bandung Raya mencakup Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat yang semuanya menghasilkan volume sampah sangat besar setiap harinya.
Sementara itu, perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat menyampaikan bahwa proyek WTE Sarimukti saat ini telah memasuki tahap penyusunan dokumen teknis dan studi kelayakan. Jika berjalan sesuai rencana, pembangunan fasilitas WTE diharapkan dapat dimulai pada awal 2026.
“Dengan adanya WTE, beban TPA Sarimukti akan berkurang signifikan. Ini tidak hanya soal mengolah sampah, tetapi juga soal menciptakan energi alternatif yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan listrik masyarakat sekitar,” jelas Kepala DLH Jabar, Rina Oktaviani.
Pemerintah provinsi juga tengah menjajaki kemitraan dengan pihak swasta, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, untuk mendukung investasi dan teknologi dalam proyek ini.
Dengan pendekatan teknologi tinggi dan semangat kolaboratif, WTE Sarimukti diharapkan menjadi model pengelolaan sampah terpadu yang dapat direplikasi di wilayah lain di Indonesia, sekaligus mendorong terciptanya kota dan daerah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
