Jakarta, HarianJabar.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD untuk melaporkan secara resmi dugaan korupsi berupa mark up anggaran dalam proyek kereta cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) yang sebelumnya ia ungkap ke publik.
Dalam sebuah podcast di kanal YouTube pribadinya, Mahfud menyoroti adanya selisih mencolok antara biaya pembangunan versi Indonesia dan versi China. Ia menyebut, biaya per kilometer versi Indonesia mencapai US$52 juta, sementara versi China hanya sekitar US$17–18 juta per kilometer. Artinya, terdapat kenaikan hampir tiga kali lipat dari nilai seharusnya.
“KPK mengimbau bagi masyarakat yang memiliki informasi awal atau data terkait dugaan tindak pidana korupsi, dapat menyampaikan aduan melalui saluran pengaduan masyarakat,”
ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan, Kamis (16/10/2025).
Menurut Budi, setiap laporan yang disampaikan ke KPK sebaiknya dilengkapi dengan bukti pendukung agar proses verifikasi dan penelaahan berjalan akurat.
“Dari setiap laporan yang masuk, KPK akan mempelajari dan menganalisis apakah substansinya mengandung unsur tindak pidana korupsi atau bukan,” jelasnya.

KPK juga akan menentukan apakah dugaan tersebut masuk dalam kewenangan lembaganya atau menjadi ranah penanganan lembaga lain. Jika termasuk kewenangan KPK, maka kasus akan dilanjutkan ke tahap penindakan, pencegahan, pendidikan, atau koordinasi dan supervisi.
Lebih lanjut, Budi menambahkan bahwa dalam sejumlah kasus, laporan yang diterima dapat diteruskan ke satuan pengawas internal lembaga terkait untuk memperbaiki sistem dan tata kelola proyek.
Baca Juga:
erick thohir minta waktu soal kluivert
Sebelumnya, Mahfud MD menyampaikan dalam videonya bertajuk “Kisruh Proyek Whoosh dan Dugaan Mark Up Anggaran” pada 14 Oktober 2025, bahwa biaya pembangunan kereta cepat di Indonesia terlalu tinggi dibandingkan proyek serupa di China.
“Menurut hitungan Indonesia, biaya per satu kilometer kereta Whoosh itu 52 juta dolar Amerika Serikat. Sementara di China hanya 17–18 juta dolar. Naik tiga kali lipat. Siapa yang menaikkan? Uangnya ke mana? Itu yang harus diteliti,” ujar Mahfud dalam tayangan tersebut.
Pernyataan Mahfud pun memicu sorotan publik, karena proyek kereta cepat Jakarta–Bandung merupakan proyek strategis nasional yang menelan anggaran jumbo dan sempat mengalami pembengkakan biaya (cost overrun) hingga triliunan rupiah.
KPK menyatakan siap menindaklanjuti laporan resmi jika Mahfud atau pihak lain menyertakan data valid terkait dugaan penggelembungan anggaran tersebut.
