Jakarta, HarianJabar.com – Komitmen dan kerja keras industri otomotif nasional selama lebih dari tiga dekade akhirnya membuahkan pengakuan tertinggi dari pemerintah. PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dianugerahi Primaniyarta Lifetime Achievement Award oleh Kementerian Perdagangan RI dalam gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-40, Rabu (15/10/2025).
Penghargaan ini menjadi bentuk pengukuhan atas kontribusi berkelanjutan Toyota dalam menjadikan Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor otomotif global.
Penghargaan tersebut diberikan hanya sepekan setelah Toyota Indonesia mencatat tonggak bersejarah dengan pengiriman 3 juta unit kendaraan ekspor ke lebih dari 100 negara. Capaian luar biasa ini tidak datang secara instan, melainkan melalui perjalanan panjang sejak ekspor perdana Kijang generasi ketiga ke Brunei Darussalam pada tahun 1987, hingga kini mengekspor kendaraan elektrifikasi berteknologi tinggi.
Presiden Direktur PT TMMIN Nandi Julyanto menyampaikan apresiasi atas penghargaan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih atas Penghargaan Primaniyarta Lifetime Achievement Award yang diberikan oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia,” ujarnya.
Nandi juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung perkembangan industri otomotif nasional, yang kini menjadi tulang punggung perekonomian dan kontributor positif bagi neraca perdagangan melalui ekspor kendaraan dan komponen.
Fondasi Ekonomi Kuat: Dari Impor ke Ekspor Mobil Hybrid
Perjalanan TMMIN menjadi cerminan transformasi besar industri manufaktur Indonesia yang kini menjadi pilar utama ekonomi nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, sektor manufaktur menyumbang 18,98 persen terhadap PDB nasional.

Industri otomotif sendiri memainkan peran ganda, tak hanya sebagai penyumbang pajak (PPh, PPN, dan PPnBM) secara nasional, tetapi juga sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB).
Wakil Presiden Direktur PT TMMIN Bob Azam menuturkan, perkembangan industri otomotif nasional adalah hasil proses panjang dan bertahap.
“Industri otomotif nasional telah melalui tujuh tahap transformasi, mulai dari aktivitas impor pada era 1970-an hingga kini mampu memproduksi mesin, komponen, hingga kendaraan utuh dalam skala besar. Tingkat kandungan lokal bahkan telah mencapai lebih dari 80 persen,” jelas Bob Azam.
Kini, Indonesia tidak hanya menjadi basis produksi kendaraan bermesin konvensional (ICE), tetapi juga model elektrifikasi (Hybrid Electric Vehicle/HEV) seperti Kijang Innova Zenix Hybrid dan Yaris Cross Hybrid yang diekspor ke berbagai negara.
Transformasi ini membuktikan bahwa SDM Indonesia telah berdaya saing tinggi, sekaligus menunjukkan kemampuan industri nasional untuk beradaptasi dengan tren otomotif global.
Dominasi Ekspor dan Dukungan Program Pemerintah
Hingga September 2025, performa ekspor Toyota Indonesia menunjukkan dominasi kuat. Berdasarkan data GAIKINDO, ekspor kendaraan utuh Toyota mencapai 218.162 unit, atau 57 persen dari total ekspor otomotif nasional (384.382 unit).
Baca Juga:
kpk minta mahfud laporkan dugaan korupsi
Model andalan ekspor TMMIN mencakup Kijang Innova (ICE dan HEV), Veloz, Fortuner, dan Yaris Cross (ICE dan HEV). Kendaraan elektrifikasi seperti Innova Zenix HEV dan Yaris Cross HEV menyumbang sekitar 7 persen dari total ekspor Toyota ke berbagai kawasan — Asia, Amerika Latin, Timur Tengah, hingga Afrika.
Dalam ajang TEI 2025, TMMIN juga menampilkan partisipasi aktif mendukung program prioritas pemerintah, salah satunya melalui kendaraan Toyota Rangga yang dikonversi menjadi mobil logistik program Makan Bergizi Gratis (MBG), bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Selain itu, TMMIN juga memperkenalkan komponen dan aksesoris OEM berkualitas tinggi yang dikembangkan bersama Industri Kecil dan Menengah (IKM), menunjukkan sinergi kuat antara korporasi besar dan industri lokal dalam memperkuat rantai pasok nasional.
