Bekasi, HarianJabar – Kondisi memprihatinkan terjadi di Pasar Jatiasih, Kota Bekasi, akibat penumpukan sampah yang tak kunjung diangkut. Tumpukan limbah tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan pengunjung dan pedagang, tetapi juga menimbulkan bau menyengat serta berisiko memicu penyakit.
Sejumlah pedagang mengaku geram dan kecewa karena peristiwa seperti ini bukan kali pertama terjadi. Bahkan, mereka menilai penanganan sampah oleh pengelola pasar maupun dinas terkait terlalu lambat dan tidak konsisten.
“Sudah dari beberapa hari lalu sampah ini numpuk. Bau banget, pembeli jadi malas mampir,” keluh Yanti, pedagang sayur, Kamis (16/10).
Sampah Menumpuk, Penjualan Menurun
Menurut para pedagang, kondisi pasar menjadi kurang layak dikunjungi karena tumpukan sampah berserakan di area belakang dan sudut-sudut pasar. Akibatnya, beberapa pembeli memilih menghindari pasar, dan itu berdampak langsung pada pendapatan harian pedagang.

“Bukan sekali ini aja kejadian kayak begini. Pernah juga beberapa bulan lalu. Tapi ya gitu, petugas datang kalau sudah viral,” tambah Yanti.
Respons Pengelola dan Harapan Pedagang
Sementara itu, pengelola Pasar Jatiasih mengklaim bahwa keterlambatan pengangkutan sampah terjadi karena armada truk dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi sedang dalam antrean panjang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Namun, para pedagang tetap berharap agar sistem pengelolaan sampah di pasar ditangani lebih serius dan rutin. Mereka meminta adanya jadwal pengangkutan yang pasti serta tempat penampungan sampah sementara yang lebih tertata.
“Kami cuma minta kebersihan dijaga, supaya pembeli juga nyaman. Kalau pasar bau, yang rugi kita juga,” ujar Anto, pedagang ayam potong.
