Amerika Serikat, Harianjabar.com — Perusahaan kopi global Starbucks tercatat mengalami penurunan penjualan toko yang sama (same-store sales) selama enam kuartal berturut-turut. Kondisi ini menjadi sinyal tekanan serius bagi raksasa kopi asal Amerika Serikat tersebut di tengah persaingan industri yang semakin ketat.
Penurunan same-store sales menunjukkan kinerja gerai lama yang melemah meski ekspansi toko baru terus berjalan. Analis menilai, faktor utama penurunan ini adalah perubahan perilaku konsumen, kenaikan harga bahan baku, serta meningkatnya persaingan dari merek kopi lokal dan produk siap saji dengan harga lebih terjangkau.

CEO Brian Niccol sebelumnya mengumumkan rencana restrukturisasi senilai USD 1 miliar untuk memperkuat keuangan perusahaan. Langkah itu mencakup penutupan gerai dengan kinerja rendah dan peningkatan investasi pada digitalisasi layanan serta ekspansi pasar Asia.
Meski menghadapi tantangan, Starbucks menyatakan tetap optimistis dapat memulihkan performa melalui inovasi produk dan efisiensi operasional.
