Ciamis, HarianJabar.com – Usia senja rupanya tak menghalangi langkah seorang pria lanjut usia berinisial R (67), warga Balokang, Kota Banjar, untuk melakukan aksi kriminal. Pria paruh baya tersebut ditangkap Satreskrim Polres Ciamis karena diduga menjadi pelaku pencurian dengan pemberatan di sejumlah sekolah dasar di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Dari hasil penyelidikan, pelaku diketahui sudah beraksi di delapan lokasi berbeda dengan target utama sekolah dasar (SD) yang sepi pada malam hari. Barang yang diincar antara lain uang kas, peralatan elektronik, hingga perlengkapan sekolah yang mudah dijual kembali.
Aksi Ketahuan Warga
Kapolres Ciamis, AKBP Hidayatullah, menjelaskan penangkapan pelaku bermula dari laporan warga yang curiga mendengar suara mencurigakan di lingkungan SDN 4 Cileungsir, Kecamatan Rancah, pada Rabu (22/10/2025) dini hari.
“Sekitar pukul 02.00 WIB, warga mendengar suara congkelan dari arah ruang guru. Setelah dicek, ternyata benar ada seseorang di dalam sekolah sedang membongkar laci meja,” ujar Hidayatullah saat konferensi pers di Mapolres Ciamis, Rabu (29/10/2025).

Warga yang sudah bersiaga kemudian mengepung lokasi dan berhasil menangkap pelaku sebelum sempat melarikan diri. Polisi yang datang ke tempat kejadian langsung mengamankan pelaku beserta sejumlah barang bukti seperti obeng, senter, dan uang tunai hasil curian.
Sudah Beraksi di Delapan Sekolah
Dari hasil pemeriksaan, R mengaku telah melakukan aksi serupa di delapan sekolah dasar di wilayah Rancah dan sekitarnya. Modusnya sederhana: pelaku menunggu malam hari, memanjat pagar sekolah, lalu mencongkel jendela atau pintu ruang guru menggunakan obeng.
“Pelaku mengincar sekolah yang tidak memiliki penjaga malam. Barang hasil curian digunakan untuk kebutuhan pribadi,” tambah Kapolres.
Kini, pelaku yang sudah berusia lanjut itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Ia dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman hingga tujuh tahun penjara.
Warga Minta Keamanan Sekolah Diperketat
Kasus ini menjadi peringatan bagi pihak sekolah dan masyarakat untuk meningkatkan keamanan lingkungan, terutama pada malam hari. Warga berharap agar setiap sekolah memiliki penjaga malam dan sistem pengamanan yang lebih baik agar kejadian serupa tidak terulang.
